Wiranto Tanggapi TNI Tewas di Nduga: Risikonya Seperti Itu

Wiranto Tanggapi TNI Tewas di Nduga: Risikonya Seperti Itu
Menko Polhukam Wiranto mengatakan tugas prajurit TNI di Nduga, Papua, memang tak mudah. (CNN Indonesia/Andry Novelino)

BERITAKINI.CO | Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto enggan berkomentar terkait serangan terhadap pasukan TNI di wilayah pembangunan jembatan Sungai Yuguru, Kabupaten Nduga, Papua. Akibat serangan ini, satu anggota TNI tewas tertembak.

"Ya, itu dalam rangka operasi di sana, memang risikonya seperti itu," ujar Wiranto di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (22/7).

Mantan Panglima ABRI ini mengatakan tugas para prajurit TNI di kawasan tersebut memang tak mudah. Saat ini pihaknya tengah berupaya agar permasalahan tersebut tak terulang.

"Kita terus menyelesaikan masalah itu dengan segala cara agar tidak berkepanjangan. Kita beri support ke teman-teman di sana, tidak mudah taruhannya nyawa, kita doakan semoga mereka selamat membela persatuan negeri," katanya.

Sebelumnya, TNI menyebut kelompok kriminal sipil bersenjata (KKSB) yang diduga dari kelompok Egianus Kogoya melakukan penembakan di wilayah proyek pembangunan jembatan Sungai Yuguru, Kabupaten Nduga, pada Sabtu (20/7) lalu. Akibat serangan ini, satu anggota TNI tewas tertembak.

Anggota TNI sendiri sudah berusaha membalas tembakan dan melakukan pengejaran terhadap KKSB. Akan tetapi, dengan pertimbangan keamanan karena medan belukar yang sangat tertutup dan banyak jurang yang curam, maka pengejaran dihentikan.

Kepala Staf Presiden Moeldoko berencana mengevaluasi kegiatan taktis para personel TNI dan Polri karena kerap kali terjadi penembakan oleh KKSB di wilayah tersebut.

"Ada sesuatu yang perlu dievaluasi antara TNI dan Kepolisian, bagaimana dia harus melakukan kegiatan-kegiatan di lapangan secara taktis," kata Moeldoko saat ditemui di PP GMNI, Jakarta.

Kapendam XVII/Cendrawasih Kolonel Inf Muhammada Aidi mengatakan peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 12.45 WIT. Menurutnya, saat itu pasukan TNI sedang istirahat.

"Secara tiba-tiba mendapatkan serangan yang muncul dari semak belukar dengan jarak sekitar 300 meter dari kedudukan prajurit yang sedang isoma," ujar Aidi dalam keterangan tertulis. | CNNIndonesia

Komentar

Loading...