Waspada Fenomena Pusaran Eddy di Pesisir Aceh

Waspada Fenomena Pusaran Eddy di Pesisir Aceh
ILUSTRASI NET

BERITAKINI.CO | Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Aceh menyatakan, hujan ekstrem yang melanda sebagian wilayah di Aceh akibat kehadiran fenomena pusaran Eddy.

"Munculnya pusaran Eddy di wilayah pesisir sekitar Aceh. Kalau badai tropis situ di Teluk Benggala sudah punah," kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Aceh, Zakaria Ahmad, Selasa (16/10/2018).

Ia menerangkan, fenomena pusaran Eddy merupakan sirkulasi tertutup yang terjadi di wilayah Samudera Hindia Barat Sumatera, dan kondisinya tidak jauh berbeda dengan udara bertekanan rendah.

Dampak dari sirkulasi Eddy ini menimbulkan banyak tumbuhnya awan-awan hujan, dan curah hujan cenderung meningkat.

Selain itu, pusaran ini juga mengakibatkan tingginya gelombang laut. Bahkan, menyebabkan angin lebih sedikit kencang, terutama di perairan.

Data terakhir pada Senin, (15/10/2018), BMKG Aceh mencatat, terjadi hujan ekstrem bagian Barat dan Selatan provinsi tersebut, meliputi Nagan Raya di Seunagan Timur dengan curah 198 milimeter (mm), dan di Pulo Ie 141 mm.

Kemudian, Aceh Barat di Sawang Teubee, Kaway XVI tercatat 162,7 mm, Aceh Selatan di Pasie Raja 218 mm, di Labuhan Haji Barat 129 mm, di Kluet Utara 274 mm, di Sawang 125,5 mm, dan Aceh Jaya di Pasie Raya 152 mm, di Teunom 140 mm.

"Curah hujan ekstrem ini, masih berpotensi terjadi tiga sampai empat hari ke depan. Kita imbau warga untuk mewaspadai banjir, dan longsor di musim hujan ini," tutur Zakaria.

Rubrik
Sumber
Liputan6.com

Komentar

Loading...