Waspada Alat Swab Antigen/PCR Bekas, Cek 4 Panduan Ini!

Waspada Alat Swab Antigen/PCR Bekas, Cek 4 Panduan Ini!
Ilustrasi PCR antigen. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

BERITAKINI.CO | Kasus penggunaan alat rapid test antigen bekas yang dilakukan oknum karyawan PT Kimia Farma Diagnostik di Bandara Kualanamu tentunya membuat masyarakat harus lebih berhati-hati.

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan, baik dari sisi penerima layanan tes atau tenaga kesehatan (nakes), dalam memastikan keamanan alat tes. 
Berikut panduan yang kumparan rangkum sebelum diberi pelayanan tes swab antigen atau PCR.

1. Pastikan Semua Alat masih Terbungkus dan Steril

Hal utama yang harus diperhatikan masyarakat sebelum dilakukan tes antigen adalah mengecek seluruh alat yang digunakan oleh nakes dalam keadaan tersegel.

"Semua alat harus dalam bungkusan dan steril," tutur Ahli Wabah Universitas Indonesia, Pandu Riono, kepada kumparan, Sabtu (1/5).

2. Kritis Terhadap Pelayanan yang Diberikan

Masyarakat secara kritis dan cermat ingin tahu terhadap semua benda yang digunakan oleh nakes saat memberi pelayanan. 

Ketika ada alat yang terlihat kotor, bekas, dan mencurigakan lainnya, segera tanyakan kepada petugas dan minta untuk diganti bila tidak sesuai dengan SOP.

3. Berani Menolak dan Melapor Jika Menemukan Keganjalan

Ketika benar ditemukan alat swab dalam keadaan sudah terbuka sebelumnya, masyarakat harus berani untuk menolak dilakukan tes dan melaporkannya kepada petugas yang berwajib.

4. Komunikasi antara Nakes dan Penerima Layanan Swab Tes

Pandu Riono menuturkan, selain dari sisi masyarakat, menurutnya, nakes harus secara inisiatif memperlihatkan dan menjelaskan bahwa alat swab yang digunakan masih dalam keadaan terbungkus dan steril.

Selain itu, komunikasi oleh nakes kepada penerima tes juga harus diterapkan dengan baik. Perusahaan harus memberikan SOP yang jelas kepada nakes dalam tahap melakukan swab.

"Dimulai dari menunjukkan alat masih terbungkus sampai meminta izin sebelum memasukkan cotton bud ke dalam lubang. Relasi antara petugas dan client harus setara," tuturnya.

Rubrik
Sumber
Kumparan.com

Komentar

Loading...