Warga Tangkap Pasangan Non Muhrim dan Dua Gadis ABG di Langsa

Warga Tangkap Pasangan Non Muhrim dan Dua Gadis ABG di Langsa
illustrasi

BERITAKINI.CO, Langsa | Warga Gampong Teungoh, Kecamatan Langsa, Kota Langsa menggerebek dua rumah yang diduga digunakan sebagai tempat untuk melakukan perbuatan melanggar syariat pada Sabtu dini hari, 21 November 2020.

Empat orang diamankan, sementara dua lainnya berhasil melarikan diri.

Lihat juga: Warga Gerebek Janda Sedang Indehoi dengan Mantan Suami di Langsa

Kepala Dinas Syariat Islam Kota Langsa, Aji Asmanuddin yang dikonfirmasi mengatakan, penggerebekan tersebut terjadi sekira pukul 02.00 WIB. 

"Awalnya digerebek di satu rumah di desa itu. Warga menangkap MZ (32) dan LW (35), keduanya warga Aceh Tamiang," kata Aji.

Berselang beberapa saat, warrga kembali menggerebek rumah lainnya dan berhasil mengamankan dua gadis ABG. "Sementara pasangan lelakinya berhasil kabur," kata Aji.

Usai ditangkap, warga lantas menghubungi Dinas Syariat Islam. Petugas lalu melakukan pengamanan terhadap para terduga pelaku tersebut.

Aji menyebut, pihaknya saat ini tengah memeriksa pasangan berinisial MZ dan LW saja.

Sementara dua anak ABG tersebut telah diserahkan kepada masing-masing orang tuanya.

“Untuk RM dan FJ tidak diperiksa karena sesuai qanun, pembinaan lah yang lebih diutamakan, dan dikantor juga tidak ada sel untuk anak-anak. Tapi sebelumnya mereka mengaku tidak melakukan apa-apa hanya kumpul-kumpul sesama ABG,” ungkap Aji.

Sementara dari hasil MZ dan LW, diketahui keduanya warga Aceh Tamiang yang menyewa rumah di Langsa.

“MZ merupakan karyawan yang bekerja di tempat usahanya LW. Bahkan keduanya masih memiliki ikatan persaudaraan dan telah memiliki pasangan masing-masing,” katanya.

“Jadi perempuan inisial LW ini sering datang ke rumahnya MZ, karena MZ pun juga pekerja di tempat usahanya LW yang ada di Kota Langsa.”

Langkah selanjutnya, pihak Dinas Syariat Islam akan menyerahkan proses tindaklanjut keduanya kepada Gampong Teungoh untuk dikenakan denda adat menurut qanun gampong setempat. | Husaini Dani

Rubrik

Komentar

Loading...