Warga Protes DKP Singkil Bobol Tanggul untuk Pembangunan Terminal Labuh Pengawas Perikanan

Warga Protes DKP Singkil Bobol Tanggul untuk Pembangunan Terminal Labuh Pengawas Perikanan

BERITAKINI.CO, Singkil | Warga Gosong Telaga Barat, Kecamatan Singkil Utara, memprotes pembangunan terminal labuh pengawas perikanan yang sedang dikerjakan Dinas Kelautan dan Periakanan (DKP) Aceh Singkil.

Warga menilai pembangunan itu berpotensi memicu abrasi dan banjir rob (naiknya air laut ke permukaan) akibat DKP membobol tanggul sepanjang 10 meter.

"Kita di desa pengennya yang indah-indah, kalau yang rusak diperbaiki, bukan yang bagus malah dirusak. Selain itu pembangunan itu sedikit janggal dan pembangunan tidak ada pemberitahuan sebelumnya," kata Geuchik Gosong Telaga Barat, Arfan, Sabtu (29/6/2019).

Baca: Tak Masuk dalam APBK, DKP Singkil Jebol Tanggul Buat Terminal Labuh Pengawas Perikanan

Kata Arfan, alasan pihak dinas menjebol tanggul itu atas inisiatif pihak internal kantor untuk tempat tambatan speedboat.

"Saya sudah mempertanyakan hal itu kepada salah satu pihak Dinas Perikanan Pak Chazali, kenapa tanggul yang bagus dijebol, dia menjawab untuk tambatan speedboat. Sekertaris Dinas Perikanan juga menjawab hal sama. Beliau malah menjawab bahwa kalau keliru pihaknya minta maaf, karena pekerjaan itu untuk kebutuhan Dinas Perikanan," katanya.

Seharusnya, kata dia, setiap aktivitas di wilayah desa dilaporkan lebih dulu kepada perangkat desa agar bisa diberi masukan yang lebih baik.

"Pengrusakan tanggul anak laut bisa berdampak abrasi, karena kawasan kantor Dinas Perikanan kawasan desa juga. Kita punya rasa saling memiliki," katanya.

Sebelumnya diberitakan DKP Aceh Singkil sedang membangun terminal labuh pengawas perikanan. Terminal yang nantinya menjadi tempat bersandar boat, baik yang masih aktif maupun rusak itu, berada persis di belakang kantor DKP Singkil.

Menariknya, pekerjaan ini dilakukan tidak melalui mekanisme penganggaran seperti lazimnya proyek-proyek belanja pemerintah yang masuk skema APBK.

“Ini hanya inisiatif kami, tidak ada dalam DIPA” kata Kepala DKP Singkil, Saipul Umar, kemarin.

Untuk membangun terminal itu, DKP tampak membobol tanggul beton sepanjang sekitar 10 meter, yang tercatat sebagai aset Dinas PUPR Aceh Singkil.

Air dari sungai lantas masuk ke areal seluas lebih kurang 20 x 25 meter tersebut dan membentuk sebuah kolam. Di lokasi itu nantinya boat-boat akan bersandar.

Proyek ini, kata Saipul, dikerjakan secara swakelola dan telah dimulai sejak beberapa hari terakhir. Saipol memproyeksikan pekerjaan ini akan menelan biaya Rp 15 - 17 juta, dan direncanakan pembayarannya akan diusulkan pada APBK Perubahan 2019.

Komentar

Loading...