Warga Mandikan Jasad PDP Covid-19 yang Meninggal di RSUD Zainoel Abidin

Warga Mandikan Jasad PDP Covid-19 yang Meninggal di RSUD Zainoel Abidin
Petugas melakukan penyemprotan disinfektan di pekarangan rumah EY

BERITAKINI.CO, Lhoksuemawe | Jasad Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 berinisial EY (43) yang meninggal di RSUD Zainoel Abidin, Banda Aceh, Rabu, 25 Maret 2020, telah dimakamkan di kampung halamannya di Gampong Pulo Blang Trieng, Syamtalira Bayu, Aceh Utara.

Pemakaman dilakukan warga setempat seperti lazim pemakaman pada umumnya. Bahkan, jasad EY sempat dimandikan.

Geuhik Pulo Blang Trieng, M Jafar saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut.

"Iya benar, sejujurnya saya selaku kepala desa awalnya tidak mengetahui bahwa jenazah tersebut berstatus PDP, tidak ada yang memberi tahu,” katanya, Kamis malam.

Karena itu, kata dia, meski warga mengetahui bahwa jenazah telah dimandikan di rumah sakit, tapi masyarakat setempat membuka kembali, kemudian memandikan serta mengkafani jenazah tersebut.

“Lalu disalatkan dan dikebumikan seperti biasa pada umumnya," ungkap M Jafar.

Jafar juga mengaku mengetahui bahwa EY baru pulang dari luar negeri.

Sepengetahuannya, EY juga telah lama menderita sakit, sehingga warga setempat tak mencurigai bahwa EY adalah Pasien Dalam Pengawasan Covid-19.

"Jenazah tersebut diantar menggunakan ambulan dan sampai ke rumah duka sekitar pukul 04:00 WIB dini hari, dan penyerahan jenazah juga saya yang tandatangani, saya tahu EY adalah PDP baru tadi sore, ketika pihak medis datang untuk memastikan hal tersebut dan disemprot untuk mensterilkan di rumah, perkarangan rumah, pihak keluarga, dan orang yang memandikan EY," jelas Jafar.

Baca: MPU Aceh: Pengurusan Jenazah Terpapar Corona Harus Ikut Protokol Medis

Sejauh ini pihak medis dan juga pihak terkait sudah memberikan pemahaman terhadap keluarga EY dan warga setempat mengenai PDP, maka saat ini pihak yang sudah berkontak langsung dengan jenazah EY sudah diisolasikan di rumah masing-masing selama 14 hari.

"Setidaknya kita sudah memberitahukan kepada warga saya agar tidak keluar rumah selama 14 hari, meskipun hasilnya belum pasti EY positif atau negatif," jelas Jafar.

Rubrik
PEMERINTAH ACEH 2020 14-Cabut Maklumat

Komentar

Loading...