Warga Malaysia Bangun Masjid Kubah 'Emas' di Desa Kute Buluh Aceh Tenggara

Warga Malaysia Bangun Masjid Kubah 'Emas' di Desa Kute Buluh Aceh Tenggara

BERITAKINI.CO, Kutacane | Seorang warga Negara Malaysia dengan sukarela membangun sebuah masjid serta lembaga pendidikan Tahfiz Al-Qur’an di Desa Kute Buluh, Kecamatan Bambel, Aceh Tenggara.

Sosok yang namanya tak ingin diungkap ini sedikitnya telah menyumbangkan senilai Rp1,5 milyar untuk membangun tempat ibadah tersebut.

Pembangunannya hingga saat ini belum rampung, diakibatkan hitungan kurang tepat pada rancangan anggaran awalnya.

Pimpinan Yayasan Daarul Ghazali Agara Tgk Ikramsyah Irwali, MA mengatakan, pembanguan masjid dimulai sejak Desember 2019 yang lalu. Sementara lembaga pendidikan telah ada sejak 2018.

Warga Malaysia yang merupakan orang tua angkatnya itu, kata Ikramsyah Irwali, telah wakafkan masjid dan lembaga pendidikan tersebut atas nama ibunya.

Jadi, masjid dan lembaga pendidikan itu akan diberi nama ‘ Hitam Binti Abdullah’, kata Ikramsyah Irwali, Kamis (3/12/2020).

Adapun Yayasan Daarul Ghazali Agara, Kata Ikramsyah, berdiri pada 2017, dan saat ini sudah memiliki santri atau siswa mencapai 500 orang, khusus TPQ.

Semua biaya pendidikan untuk tingkat Taman Kanak-Kanak Islam Terpadu (TK-IT) Dan Madrasah Ibtidaiyah Islam Terpadu (MI-IT) digratiskan.

Untuk tingkat pendidikan madrasah Tsanawiyah dan Aliyah, kata Ikram, rencana akan dibuka pada tahun depan pada 2021.

Lanjutnya, selama berjalan 3 tahun lamanya orang tua angkatnya dari Malaysia juga sudah memberikan bantuan kepada anak-anak yatim dan yatim piatu berupa pakaian dan uang tunai sebesar 1 juta untuk 100 orang setiap tahunnya.

Bahkan tak hanya itu diwaktu pandemi covid-19 banyak masyarakat disekitar lokasi masjid juga mendapatkan manfaat bantuan dari beliau,"ujarnya.

Ada hal yang membuat semua bangunan masjid tersebut jadi lebih menarik dimana kubahnya berwana emas.

Kubah itu terbuat dari stainless steel yang berdiameter 13 dengan ketinggian 10 meter dan diyakini merupakan kubah  terbesar di Aceh Tenggara sejenis itu.

Kata Ikramsyah, masjid ini dibangun luasnya 625 meter dengan daya tampung bisa memuat seribu orang jemaah.

Nantinya mesjid berkubah warna emas itu akan dipenuhi dinding kaca dan dilengkapi dengan pendingin ruangan AC supaya jamaah nyaman beribadah.

Sementara itu, kata Ikram, penyumbang itu bukan hanya memawakafkan bangunan masjid dan lembaga pendidikan saja.

Ia juga memberikan sebuh toko grosir untuk membiayai keberlangsungan kedepan lembaga pendidikan dan masjid tersebut.

Ternyata, menurut perhitungan konsutlan, kata Ikram, masih dibutuhkan Rp 1,5 milyar lagi untuk merampungkan masjid tersebut.

Kekurangan dana tersebut akan kembali diberikan oleh penyumbang nantinya,"ucap Ikramsyah.

Adapun hal yang sangat penting saat ini, kata Ikram, pihaknya sangat membutuhkan adanya bangunan pagar di sekeliling lokasi yayasan tersebut.

Sebab menurutnya, sudah beberapa kali terjadi aksi pencurian akibat bebasnya orang keluar masuk dalam kawasan pondok pesantren itu.

Ia mengharapkan, adanya dermawan yang berkenaan membantu untuk rencana pembangunan pagar keliling di kawasan tersebut.

Editor
Pemkab Pidie Jaya-Idulfitri

Komentar

Loading...