Warga Desa Tulaan Aceh Singkil Minta Pembebasan 150 Hektare Lahan HGU PT Socfindo untuk Fasilitas Umum

Warga Desa Tulaan Aceh Singkil Minta Pembebasan 150 Hektare Lahan HGU PT Socfindo untuk Fasilitas Umum
Ketua Badan Permusyawatan Kampung (BPKam) Desa Tulaan Rudi Hardyansyah

BERITAKINI.CO, Singkil | Warga Desa Tulaan, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil memasang baliho besar di simpang PHR.

Baliho berukuran 2x5 meter tersebut bertuliskan permintaan warga setempat soal pembebasan sebagian lahan Hak Guna Usaha (HGU) PT Socfindo untuk fasilitas umum.

Seperti pembangunan Masjid Agung Tulaan, sarana olahraga, pasar modern, Poskesdes, kantor pemuda, hingga Taman Bermain.

"WARGA KAMPUNG TULAAN MEMINTA…! KEPADA PEMERINTAH UNTUK MEMBEBASKAN SEBAGIAN HGU PT. SOCFINDO SELUAS 150 HA UNTUK PEMBANGUNAN PRA SARANA FASILITAS UMUM SEBAGAI KEPERLUAN MASYARAKAT TULAAN," tulis mereka.

Ketua Badan Permusyawatan Kampung (BPKam) Desa Tulaan Rudi Hardyansyah mengatakan, hal tersebut karena desa mereka saat ini nyaris sudah tidak ada lagi lahan kosong untuk kepentingan umum.

“Terlebih, perkembangan penduduk disini semakin pesat,” katanya, Senin (14/12/2020).

Pembebasan lahan tersebut, kata Rudi, sangat potensial karena HGU PT Socfindo akan berakhir pada 2023.

Sementara itu, Bupati Aceh Singkil Dulmusrid dikabarkan turut menyetujui pembebasan lahan tersebut.

Baca : Bupati Aceh Singkil Setujui Sebagian Lahan HGU PT Socfindo Dibebaskan

Ia mengatakan, Pemkab Aceh Singkil juga telah menyurati pihak terkait untuk menentukan sejumlah titik lahan yang akan dibebaskan pada saat pengajuan perpanjangan izin HGU.

"Saya setuju karena demi kepentingan masyarakat dan untuk perluasan wilayah di masa depan," kata Dulmusrid, Senin 7 Desember 2020.

Rubrik

Komentar

Loading...