Wali Kota Perintahkan Bersih-bersih Pelanggar Syariat, Satpol PP WH Ambil Langkah Ini

Wali Kota Perintahkan Bersih-bersih Pelanggar Syariat, Satpol PP WH Ambil Langkah Ini

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman telah memerintahkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Wilayatul Hisbah (WH) untuk membersihkan pelanggar syariat Islam tanpa pandang bulu. 

Hal ini disampaikan Aminullah menyusul terungkapnya sederet peristiwa pelanggaran syariat, terutama khalwat dan liwath sepanjang beberapa pekan terakhir. 

Dua kasus teranyar adalah penangkapan pasangan homoseks di kawasan Kuta Alam, setelah sebelumnya petugas juga menangkap tiga pasang mahasiswa yang diduga mesum di dua hotel di Banda Aceh. 

Fenomena ini yang kemudian mendorong sejumlah pemuda yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Pemuda Syariat Islam turun menggelar aksi pada Senin, 16 November 2020 lalu di kantor wali kota Banda Aceh. Mereka di antaranya, meminta pemerintah kota untuk tegas menindak hotel-hotel nakal di Banda Aceh.

Lihat: Pemuda Minta Wali Kota Banda Aceh Cabut Izin Hotel yang Nakal

Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Hukum Jinayat memang mengatur tentang sanksi terhadap penyedia tempat atau fasilitas di mana terjadinya jarimah.

Sanksi bisa menyasar penanggungjawab badan hukum tersebut, berupa cambuk atau denda. Bahkan Qanun tersebut juga mengatur uqubat tambahan yakni pencabutan izin usaha.

Terkait itu, Plt Kasatpol PP dan WH Banda Aceh Heru Triwijanarko mengatakan, pihaknya akan lebih dulu melakukan langkah-langkah persuasif pada hotel, dan penginapan yang kedapatan meloloskan pasangan non muhrim.

"Salah satunya Hotel Mars yang tercatat sudah lebih dari tiga kali diamankan pasangan bukan suami istri," kata Heru, Jumat (20/11/2020).

Heru mengatakan, Satpol PP dan WH Banda Aceh telah memanggil dan meminta keterangan general manager hotel tersebut.

Pihak hotel mengaku telah lalai, hingga pasangan bukan suami istri bisa menginap.

"Katanya lalai. Kenapa bisa lalai, ini menjadi catatan kita," ujar Heru.

Lebih lanjut, Heru akan melihat kembali administrasi hotel tersebut, di mana diketahui izin hotel itu dikeluarkan oleh Pemerintah Kota Banda Aceh.

Dia berjanji akan memberikan teguran keras, bahkan bila ada unsur kesengajaan, akan dikenakan sanksi pencabutan izin.

"Kita pelajari jenis pelanggarannya, jika sengaja, izin dicabut," tegasnya.

Komentar

Loading...