Waduh, Ketua PPP Aceh Diduga Cerai dan Telantarkan Istri Sirinya Begitu Saja 

Waduh, Ketua PPP Aceh Diduga Cerai dan Telantarkan Istri Sirinya Begitu Saja 
Siti Sara

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Siti Sara (47), mantan istri Ketua DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Aceh Amri M Ali mengaku dizalimi dan ditelantarkan.

Perempuan yang baru saja menjalani operasi kista itu, diceraikan pada 16 Oktober 2021 lalu. 

Hingga saat ini, Siti mengatakan, mantan suaminya itu tidak pernah memenuhi hak-haknya seperti tanggungan biaya hidup dalam masa idah maupun nafkah lainnya.

Sara mengatakan, Amri menikahinya pada 24 April 2019 lalu di Kota Lhokseumawe. Meski menikah siri, namun pernikahan mereka diketahui keluarga besar Siti Sara.

“Apalagi yang nikahi saya adalah wali saya sendiri, abang kandung saya, dan disaksikan oleh semua abang-abang kandung saya,” kata Sara yang datang ke Redaksi BERITAKINI.CO, Sabtu (23/10/2021).

Sara menyebut, rumah tangga mereka telah berjalan selama tiga tahun. Dalam usia pernikahan itu, Amri memberikan nafkah untuknya sangat tidak menentu. Di tahun pertama pernikahan mereka, kata Sara, Amri memberinya Rp 4 juta per bulan.

“Lalu masuk tahun kedua dan ketiga langsung turun terus hingga rata-rata per bulan hanya Rp 2 juta. Di situ sudah termasuk dengan semua biaya seperti listrik dan tagihan air PDAM,” ujarnya.

Hingga akhirnya pada 16 Oktober 2021, Amri datang ke rumah bersama beberapa temannya untuk menceraikan Sara.

“Apa salah saya bang, kenapa kamu tega meninggalkan saya, saya cinta sama kamu bang, jangan kamu tinggalkan saya,” kata Sara mengulang ucapannya pada Amri saat itu.

“Katanya, dia tak sanggup lagi membimbing saya. Memangnya salah saya apa sehingga tidak sanggup lagi dia bimbing?”

Lanjut Sara, malam itu Amri mengucapkan pernyataan cerai dengan terburu-buru dan memberinya talak tiga.

“Sekarang saya sudah diceraikan, lalu apakah setelah dia cerai, saya dibiarkan begitu saja. Harusnya ada hak-hak saya yang dia penuhi. Apa saya keluar dari rumah yang dia sewa itu dengan sandal saja?” sebutnya.

Sara juga menceritakan, jika selama pernikahan, Amri telah menzaliminya.

“Sering sekali saya minta uang belanja bulanan untuk makan tapi ditunda-tunda. Dan pernah setelah saya foto tempat penanak nasi yang kosong tidak ada makanan, barulah dia kirim uangnya setelah dua hari kemudian,” katanya.

“Bisa dilihat chat WhatsApp saya dengan dia, 100 kali saya WA, sekali dia balas.”

Sara mengakui, jika dia mempunyai kekurangan. Sara mengalami sakit dan baru selesai menjalani operasi Kista. 

Selama dia dirawat di rumah sakit, Amri jarang sekali mendampinginya. Dan Sara harus memilih untuk berhutang karena tidak memiliki cukup uang untuk biaya selama pengobatan.

“Kalau berhutang saya ada, tapi saya berhutang kan karena tidak dia kasih uang,” katanya.

Dia mengatakan, jika persoalan ini sudah dia sampaikan kepada teman-teman Amri, namun sampai saat ini tidak ada jawaban. Sementara Amri, kata Sara, telah memutuskan komunikasi dengannya.

“Dan yang lebih parah lagi, teman-teman Amri mengolok-olok saya, kata mereka, memang dua hari yang lalu saya ditawari Rp 25 juta, tapi hari ini tidak berlaku lagi, dan bos kami (Amri) sedang sibuk di Jakarta sekarang,” jelas Sara yang kian terisak-isak menangis.

Apa yang dialaminya itu, menurut pengakuan Sara, juga telah disampaikan juga kepada Ketua Umum DPP PPP Suharso Monoarfa, Sekjend DPP PPP Arwani Thomafi, dan para Waketum DPP PPP seperti Arsul Sani, Ermalena, hingga kepada Ketua Majelis Kehormatan DPP PPP Zarkasih Nur.

“Saya meminta keadilan untuk saya, karena saya sudah tidak tahu harus menyampaikan dengan cara apalagi. Karena saya adalah istri yang dinikahinya secara sah, dan tentu dapat saya pertanggungjawabkan,” jelas Sara.

BERITAKINI.CO belum mendapat konfirmasi dari Amri M Ali ihwal tudingan mantan istri sirinya tersebut.

Dihubungi ke nomor selulernya, Amri mengatakan dalam perjalanan kembali ke Aceh.

Dia mengatakan akan memberikan jawaban setelah tiba di Banda Aceh.

Editor
Rubrik

Komentar

Loading...