Wacana Pemekaran Provinsi Aceh, Wakil Ketua DPRK Aceh Singkil: Kita Khawatir Identitas Syariat Islam Hilang

Wacana Pemekaran Provinsi Aceh, Wakil Ketua DPRK Aceh Singkil: Kita Khawatir Identitas Syariat Islam Hilang
Wakil Ketua DPRK Aceh Singkil Amaliun

BERITAKINI.CO, Singkil | Wakil Ketua DPRK Aceh Singkil Amaliun tegas menolak pemekaran Provinsi Aceh. Dia mengatakan, pemekaran bisa berpotensi menghilangkan identitas Aceh yakni syariat Islam.

"Kita khawatir syariat Islam yang telah menjadi identitas Aceh hilang jika provinsi ini dimekarkan, untuk itu saya menolak," katanya pada BERITAKINI.CO, Minggu malam, 27 September 2020.

Amaliun mengatakan, jika pun daerah otonomi baru (DOB) yang dibentuk nantinya berkomitmen dengan syariat Islam, hal itu tidaklah mudah dan tidak terlalu populer karena sejatinya penerapan syariat Islam itu miliknya Provinsi Aceh dan telah menjadi kekhususan tersendiri yang dikenal di nusantara dan dunia.

Sementara Anggota DPRK lainnya Al-Hidayat menyayangkan wacana pembentukan DOB baru itu muncul menjelang tahun politik.

“Itu selalu muncul saat menjelang Pilkada Aceh dan menjadi pertanyaan yang belum terjawab kenapa isu itu selalu muncul saat menjelang pilkada,” katanya.

Selain itu, kata dia, jika DOB baru tersebut, terutama gagasan pembentukan Provinsi Aceh Lauser Antara alias ALA, Aceh Singkil tidak akan pernah disetujui menjadi ibu kotanya.

“Meskipun sesungguhnya secara geografis Aceh Singkil lebih memenuhi syarat dibandingkan yang lain,” katanya.

"Untuk itu lebih baik saya menolak pemekaran Provinsi Aceh.”

Sementara anggota DPRK lainnya Ahmad Fadhli menilai bahwa wacana pemekaran tersebut hanya sebuah hayalan.

“Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 Tentang Pemerintahan Aceh atau UUPA telah menjelaskan batas-batas Provinsi Aceh yakni dengan Sumatera Utara, Selat Malaka, dan Samudera Hindia,” katanya.

“Ketika ada yang berencana (memekarkan) itu silahkan, namun rubah dulu UUPA. Dan ini bukan persoalan gampang. Karena diperlukan dukungan di antaranya dari DPRA, yang kita tahu dikuasai oleh siapa.”

Selain itu, Ahmad Fadhli menukilkan bahwa wacana itu telah didengungkan bertahun-tahun silam dengan hasil yang nihil sampai saat ini.

“Nol tau tidak ada kemajuan perkembangan terkait provinsi baru itu. Jadi menurutnya saya terlampau dini berbicara DOB, hanya angan-angan belaka.”

Rubrik

Komentar

Loading...