Vonis PN Sabang, Kapal Sisver Sea 2 Dirampas untuk Negara

Vonis PN Sabang, Kapal Sisver Sea 2 Dirampas untuk Negara

BERITAKINI.CO, Sabang | Majelis Hukum Pengadilan Negeri Sabang memvonis Nakhoda MV. Silver Sea 2, Yotin Kuarabiab pidana denda Rp 250 juta subsider 6 bulan kurungan.

Selain itu, kapal dan muatannya senilai Rp 20,5 miliar dirampas untuk negara. Putusan itu dibacakan dalam sidang pamungkas, Kamis (19/10/2017).

Vonis ini lebih ringan dari tuntutan JPU yang meminta hakim menjatuhkan pidana denda senilai Rp 500 juta subsider 6 bulan dan menuntut MV. Silver Sea 2 dirampas untuk negara begitu juga dengan hasil lelang barang bukti ikan senilai Rp 20,5 miliar lebih itu.

Dalam putusannya, Majelis Hakim yang dipimpin Zulfikar didampingi  Idil Il Amin dan Nurul Hikmah menyatakan, Yotin Kuarabiab terbukti melanggar Pasal 7 ayat (2) Jo. Pasal 100 UU Nomor 31 Tahun 2004 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 45 Tahun 2009 Tentang Perikanan.

Baca: Lawan KKP di Kasus Silver Sea 2, Yusril: Bu Susi Buzernya Banyak Sekali di Twitter

Kasi Penkum dan Humas Kejati Aceh Amir Hamzah yang dikonfirmasi mengatakan akan menggunakan waktu 7 hari untuk pikir-pikir atas putusan hakim tersebut.

“Intinya kami sudah bisa membuktikan kesalahan sesuai dengan pasal yang kita dakwakan,” kata Amir Hamzah, Kamis siang.

Vonis hakim yang menyatakan terdakwa bersalah, kata Amir Hamzah, membuktikan bahwa hakim sejalan dengan JPU.

“Namun atas lebih rendahnya putusan itu, para pihak mengatakan pikir-pikir, apakah JPU atau terdakwa yang banding, kita lihat nanti,” katanya.

Seperti diketahui, Kapal Silver Sea 2 berbendera Thailand yang di nahkodai oleh terdakwa Yotin Kiuaradiab kewarganegaraan Thailand, ditangkap TNI AL pada 12 Agustus 2015 lalu.

Penangkapan tersebut dilatarbelakangi adanya dugaan melakukan alih muatan (transshipment) secara ilegal di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPP-NRI) dan tanpa dilengkapi dokumen-dokumen perijinan yang sah dari Pemerintah RI. Selain itu pada MV Silver Sea 2 juga ditemukan alat tangkap yang dilarang dan merusak sumber daya kelautan dan perikanan, jaring trawl.(*)

Rubrik

Komentar

Loading...