[VIDEO] Detik-detik Presiden Prancis Ditempeleng Warga

[VIDEO] Detik-detik Presiden Prancis Ditempeleng Warga

DALAM  kunjungan kerja ke kawasan timur Prancis, seorang warga yang hendak disalami oleh Macron menampar sang presiden sebagai bentuk protes. Lelaki itu segera diringkus paspampres.

Pada Selasa (9/6) sore waktu setempat, terjadi insiden yang mempermalukan Presiden Prancis Emmanuel Macron di tengah acara kunjungan kerja resmi. Politikus 43 tahun itu ditampar oleh seorang warga yang hendak dia ajak bersamalan dari balik pagar pembatas.

Insiden itu terjadi di Tain L’Hermitage, wilayah setara kabupaten di kawasan pantai timur Prancis.

Macron rencananya berkunjung untuk membahas rencana pemerintah memulihkan situasi setelah Prancis berhasil menekan penularan Pandemi Corona.

Dalam rekaman yang segera viral di medsos, terlihat detik-detik insiden itu terjadi.

Macron, mengenakan kemeja dan dasi tanpa jas, mendekati pagar pembatas berisi warga yang menyambut kedatangannya. Dia mengulurkan tangan ke lelaki yang mengenakan kaus hijau dan masker, mengira lelaki itu berniat mengajaknya salaman. Bukannya dapat salam, Macron justru ditampar di pipi kirinya.

Menurut laporan kantor berita AFP, lelaki itu setelah menampar sang presiden sempat berteriak “"Montjoie Saint Denis!", slogan yang biasanya diucapkan pendukung sistem monarki di Prancis. Selain itu, dia juga berteriak “A Bas La Macronie” (artinya kira-kira “Hapuskan Macronisme”) persis sebelum menamparnya.

Tim pengamanan presiden Prancis segera menyeret lelaki itu keluar dari pagar pembatas dan meringkusnya. Sementara beberapa aparat lain mengamankan presiden dari kerumunan. Selain lelaki yang menampar Macron, polisi juga mengamankan satu orang lain, berdasar laporan media Prancis. Belum jelas apa motif mereka menggelar protes ekstrem dengan cara menampar presiden di ruang publik. Pelaku penamparan hingga artikel ini dilansir masih diinterogasi oleh aparat.

Juru bicara kepresidenan mengakui ada upaya serangan pada Macron, namun tidak merinci lebih lanjut kenapa aksi tersebut terjadi. Popularitas Macron beberapa tahun ini naik turun, terutama karena kebijakannya, yang kerap dijuluki Macronisme, dianggap terlalu pro pasar bebas dan merugikan kelas pekerja Negeri Anggur. Pada 2017, unjuk rasa besar-besaran menuntut Macron turun pernah terjadi, karena sang presiden mengumumkan penaikkan harga BBM.

Rubrik
Sumber
Vice.com

Komentar

Loading...