Usai Batalkan MoU Proyek Multi Years, DPRA Kini Minta Pemerintah Aceh Serius Bangun Jalan Lingkar di Simeulue

Usai Batalkan MoU Proyek Multi Years, DPRA Kini Minta Pemerintah Aceh Serius Bangun Jalan Lingkar di Simeulue

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | DPRA merekomendasikan Pemerintah Aceh agar lebih serius merealisasi pembangunan infrastruktur jalan di Aceh.

Hal itu merupakan salah satu bagian dari sederet rekomendasi DPRA atas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Aceh Tahun Anggaran 2019, khususnya untuk urusan Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang.

Juru Bicara Panitia Khusus (Pansus) LKPJ Gubernur Aceh, Iskandar Usman Al-Farlaky mengatakan, DPRA perlu mengingatkan Plt Gubernur Aceh perihal program pembangunan ruas jalan provinsi, karena terdapat yang masih luput dari perhatian serius Pemerintah Aceh.

Sebagai contoh, kata Iskandar, jalan hubung Aceh Timur dan Gayo Lues, tepatnya jalan dari arah Simpang Peureulak menuju arah Lokop hingga Tembus ke Kecamatan Pining, Gayo Lues, berlanjut hingga ke arah Blangkejeren.

Untuk pembangunan ruas jaringan jalan tersebut telah dilaksanakan sejak tahun 2015 lalu dengan menguras anggaran yang tidak sedikit.

"Tapi faktanya hingga kini ruas jaringan jalan tersebut belum juga mantap sebagaimana klaim Saudara Plt Gubernur Aceh. Belum lagi jika dikaji lebih dalam terkait kualitas hasil pembangunan, baik jalan maupun jembatan, banyak ditemukan dalam kondisi buruk dan rusak meski baru dibangun," kata Iskandar dalam rapat paripurna DPRA, Jumat (24/7/2020).

Seperti diketahui, ruas jalan Peureulak-Lokop-Batas Gayo Lues, merupakan satu dari 11 ruas jalan yang masuk dalam MoU antara Pemerintah Aceh dengan DPRA terkait Proyek Multi Years 2020-2022.

Namun MoU ini baru saja dibatalkan sepihak oleh DPRA, kemarin. DPRA beralasan bahwa penetapan skema tahun jamak pada program infrastruktur jalan itu tak sesuai dengan prosesdur dan aturan perundang-undangan.

Selain ruas jalan Peureulak-Lokop-Batas Gayo Lues, Iskandar juga menyebutkan Jalan Provinsi di Kabupaten Aceh Tenggara yang dalam keadaan rusak dan tidak memperoleh sentuhan pembangunan/perbaikan meski hanya berjarak 17 km. Kemudian pembangunan jalan Gelombang-Muara Situlen.

"Selanjutnya jalan lingkar Kabupaten Simeulue yang menghubungkan Ibukota Kabupaten dengan Kecamatan Alafan dan Sibigo hendaknya mendapat perhatian yang lebih serius, sehingga angka kemiskinan dapat diturunkan," katanya.

Seperti diketahui, ruas jalan lingkar Sinabang-Sibigo juga merupakan satu dari 11 ruas jalan yang masuk dalam MoU antara Pemerintah Aceh dengan DPRA terkait Proyek Multi Years 2020-2022.

"DPRA pun merekomendasikan agar di masa mendatang Dinas PUPR Aceh lebih serius dalam pelaksanaannya mengingat jalan tersebut begitu strategis dan punya nilai ekonomis yang menguntungkan warga," kata Iskandar.

Rubrik
Pidie Jaya-Ramadan

Komentar

Loading...