Ungkap Peredaran 60 Kg Sabu, Satu Orang Ditembak Mati di Aceh Timur

Ungkap Peredaran 60 Kg Sabu, Satu Orang Ditembak Mati di Aceh Timur

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Polda Aceh bersama Bea Cukai mengungkap peredaran narkotika dalam jumlah besar.

Tiga orang ditembak karena melawan petugas. Satu di antaranya mati.

Kapolda Aceh Irjen Wahyu Widada dalam konferensi pers bersama Bea Cukai di Mapolda Aceh mengatakan, pengungkapan ini berawal dari informasi masyarakat bahwa ada penyeludupan narkotika jenis sabu melalui jalur laut.

Tim Polda Aceh pun melakukan operasi laut menggunakan kapal Bea Cukai pada Rabu, 30 September 2020 lalu.

Petugas mendapati satu kapal yang bergerak merapat ke pantai Kreung Matee, Kecamatan Samudera, Aceh Utara.

Tim pun memberikan informasi ke petugas yang berada di darat.

"Tim di darat mencurigasi satu mobil Honda CRV BK 1557 BN yang ada di pantai tersebut," kata Wahyu, Rabu (7/10/2020).

Petugas pun membuntuti mobil yang melaju ke arah Desa Blang Awe, Kecamatan Syamtalira Bayu, Aceh Utara.

"Petugas menggerebek rumah di Dusun Teungoh tersebut. Didapati tersangka MM. Dia melakukan perlawanan sehingga diambil tindakan tegas," kata Wahyu.

MM pun mendapat "hadiah" timah panas di bagian pinggul belakang.

Hasil penggeledahan, petugas mendapati barang bukti sebanyak 60 bungkus teh china berisi sabu.

Turut juga diamankan satu Honda CRV dan handphone.

Pada Sabtu, 3 Oktober 2020, lanjut Wahyu, petugas kembali mendapat info dari masyarakat tentang keberadaan buronan sebanyak 4 orang yang terkait dengan penyeludupan 60 kg sabu tersebut.

Saat itu mereka diperkirakan melintas di Jalan Medan-Banda Aceh, kawasan Bagok, Kecamatan Nurussalam, Kabupaten Aceh Timur. Tim pun melakukan pengejaran.

"Tiga orang berhasil ditangkap, masing-masing, SM (24), SS (27), dan JU (18). Satu dari mereka melawan yakni SM, karena itu ditindak tegas oleh petugas, dia mengalami luka tembak di kaki," kata Wahyu.

Sementara satu lainnya melarikan diri, dia adalah LB (40).

Tak berhenti di situ, polisi kembali melakukan pengembangan.

Saat sedang melakukan pengembangan untuk menangkap satu buronan lainnya, namun tersangka SS melakukan perlawanan, sehingga petugas melakukan tindakan tegas.

SS dilumpuhkan. Dia sempat dilarikan ke rumah sakit Lhokseumawe, namun nyawanya tak tertolong.

Wahyu mengungkapkan, SS merupakan sosok yang berperan mengatur segala sesuatu terkait penyeludupan sabu tersebut.

"Dia sudah pernah menyeludupkan 45 kg sabu," kata Wahyu.

Sementara pelaku yang berhasil dibekuk akan dijerat dengan Pasal 114 ayayt 2, Pasal 112 ayat 2 subs Pasal 115 ayat 2 Jo pasal 132 ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati.

Rubrik

Komentar

Loading...