Ugal-ugalan Benar, Pemerintah Aceh Habiskan Rp 6,2 Miliar untuk Bayar Gaji Tim dan Sekretariat TAPA 

Ugal-ugalan Benar, Pemerintah Aceh Habiskan Rp 6,2 Miliar untuk Bayar Gaji Tim dan Sekretariat TAPA 

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Aceh menemukan kebijakan pembayaran honorarium Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA) dan pegawai Sekretariat TAPA yang membebani keuangan daerah.

Nilainya mencapai Rp 6,2 miliar pada tahun anggaran 2020.

Temuan ini telah catat dalam Laporan Hasil Pemeriksaan atas Kepatuhan Pemerintah Aceh Terhadap Peraturan Perundang-undangan tahun 2020. LHP itu telah diserahkan kepada DPRA pada 4 Mei 2021 lalu.

Lihat juga:

Dilihat BERITAKINI.CO, BPK menguraikan bahwa TAPA dibentuk dengan Keputusan Gubernur Aceh Nomor 903/14/24/2020 Tentang Pembentukan TAPA.

Jumlah anggota TAPA sebanyak 10 orang diketuai Sekda Aceh Taqwallah. Pada 2020, APBA terkuras senilai Rp 1.068.000.000 untuk membayar honor 10 orang anggota TAPA. 

Selain itu, Taqwallah rupanya membentuk Sekretariat TAPA lewat SK Nomor 903/1047/2020 Tentang Pembentukan Sekretariat TAPA. 

Parahnya, ‘pasukan’ pada Sekretariat TAPA ini sangatlah jumbo. Jumlahnya mencapai 93 orang, yang tugasnya membantu TAPA.

Para pegawai itu berasal dari empat SKPA, masing-masing, Bappeda, BPKA, Setda, dan Inspektorat.

Untuk mendukung kerja-kerja Sekretariat TAPA ini, APBA lagi-lagi terkuras Rp 5.132.000.000 yang diambil dari DPA Badan Pengelolaan Keuangan Aceh.

BPK menjelaskan, besaran honor yang dibayarkan kepada pegawai Sekretariat TAPA tersebut tergantung dengan jabatannya, dan mengacu pada Pergub Nomor 32 Tahun 2020 Tentang Perubahan atas Pergub Nomor 68 Tahun 2019 Tentang standar Biaya Pemerintah Aceh Tahun Anggaran 2020.

Pergub itu, tulis BPK, disusun dengan mengacu pada peraturan perundang-undangan, salah satunya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 33 Tahun 2020 Tentang Standar Harga Satuan Regional.

Nah, berdasarkan Perpres tersebut, jumlah anggota Sekretariat TAPD (di Aceh disebut TAPA) harusnya paling banyak tujuh orang.

“Sehingga terdapat kelebihan jumlah anggota Sekretariat TAPA sebanyak 84 orang,” tulis BPK.

Jumlah anggota yang tak sesuai ketentuan itu, jelas berpengaruh pada besarnya realisasi pembayaran honorarium yang membebani keuangan daerah.

Seharusnya, jika mempedomani Pepres Nomor 33 Tahun 2020 itu, Sekretariat TAPA tersebut hanya menghabiskan Rp 73,2 juta selama setahun.

Sumber: LHP BPK RI Perwakilan Aceh

Tapi dengan bobot jumbo itu, APBA terkuras mencapai Rp 5,13 miliar lebih tahun 2020. Sehingga terdapat selisih Rp 5 miliar lebih atas pembayaran gaji pegawai Sekretariat TAPA tersebut.

BPK juga menemukan honorarium yang diterima TAPA jauh lebih tinggi dari harga satuan regional.

Sumber: LHP BPK RI Perwakilan Aceh

Jika mempedomani Pepres Nomor 33 Tahun 2020, gaji setahun 10 orang pada TAPA hanya Rp 190 juta saja. 

Tapi faktanya, 10 anggota TAPA tersebut menghabiskan Rp 1.068.000.000, sehingga terdapat selisih senilai Rp 877 juta lebih.

Rubrik

Komentar

Loading...