Turun ke Aceh Singkil, BPK Temukan Rp 12 Miliar Indikasi Kerugian Negara 2020

Turun ke Aceh Singkil, BPK Temukan Rp 12 Miliar Indikasi Kerugian Negara 2020

BERITAKINI.CO, Singkil | Auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Aceh dilaporkan masih menemukan adanya indikasi kerugian negara pada pelaksanaan APBK Aceh Singkil. Nilainya pun cukup besar, mencapai Rp 12 miliar secara akumulasi.

Tak ada informasi lebih lanjut tentang temuan itu, apakah semua merupakan temuan kerugian pada tahun anggaran 2020 atau masih terdapat hutang kerugian negara tahun anggaran sebelumnya yang belum ditindaklanjuti.

Namun kemarin, auditor BPK menggelar pertemuan tertutup dengan Pemerintah Aceh Singkil yang disebut-sebut untuk membahas ihwal pengembalian uang negara tersebut. BPK juga lazimnya akan mengeluarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) yang biasa akan diserahkan kepada pemerintah daerah dan DPRD pada bulan Mei.

Ditemui usia pertemuan itu, Bupati Aceh Singkil Dulmusrid menjelaskan, pertemuan membahas hal ihwal temuan yang belum ditindaklanjuti.

“Karena belum menindaklanjuti temuan, maka Pemkab Aceh Singkil ditempatkan pada urutan ke-17 dari 23 kabupaten/kota yang dalam hal menindaklanjuti temuan BPK,” katanya pada wartawan, kemarin.

“Sekarang sedang dibahas soal tindaklanjut. Adapun temuan itu, sebagiannya dalam bentuk temuan administrasi, dan sebagian lainnya temuan kerugian negara.”

Soal kerugian negara ini, lanjut Dulmusrid, setiap temuan harus dikembalikan oleh SKPK-SKPK yang menjadi temuan. “Jadi Rp 12 miliar itu akan dibagi, dikelompokkan. Di mana terdapat orang yang diduga bertanggungjawab, tapi telah meninggal dunia,” katanya.

"Aturanya ini, temuan itu bisa dihapus," katanya.

Karena itu, kata Dulmusrid, BPK turun ke Aceh Singki di antaranya untuk memberikan solusi terhadap temuan tersebut agar segera ditindaklanjuti.

Rubrik

Komentar

Loading...