Tuntut SK, Tenaga Operator Sekolah di Pidie Mengadu ke Dewan

Tuntut SK, Tenaga Operator Sekolah di Pidie Mengadu ke Dewan

BERITAKINI.CO, Sigli | Puluhan perwakilan operator Dapodik dari seluruh sekolah di Kabupaten Pidie mendatangi gedung DPRK Pidie, Selasa (23/10/2018).

Kedatangan mereka untuk menyampaikan sejumlah tuntutan, diantaranya meminta dewan agar mendesak pemerintah Kabupaten Pidie mengeluarkan SK bagi mereka sebagai operator sekolah.

Ketua Forum Operator Pendataan Pendidikan Seluruh Indonesia (FOPPSI) Teuku Yusmadi, mengatakan sampai saat ini pihaknya hanya mengantongi SK dari kepala sekolah untuk mengelola data sekolah.

Dari SK itu, mereka hanya mendapatkan jerih yang diambil dari dana bantuan operasional sekolah (BOS) sebesar Rp 200 hingga Rp 300 ribu perbulan.

“Kita berharap mendapatkan SK dari bupati atau minimal kepala dinas pendidikan, agar kami bisa mengusulkan Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Pendidikan (NUPTK),” kata Teuku Yusmadi.

Dengan adanya NUPTK, kata dia, mereka bisa mendapatkan penghasilan yang memadai untuk kebutuhan sehari-hari.

"SK operator dari daerah itu yang diperlukan, SK itu akan kami usulkan ke pusat untuk mendapatkan NUPTK," ujar Yusmadi.

Selain mendesak pemerintah mengeluarkan SK, tenaga operator tersebut juga meminta dewan agar Pemkab Pidie dapat mengusulkan nama-nama mereka menjadi pegawai negeri sipil (PNS).

“Posisi operator di sekolah saat ini sangat berperan untuk kemajuan pendidikan di daerah, mulai pengusulan, data sisiwa, guru dan data penting lainnya. Mohon juga nama kami diusulkan sebagai PNS," sambung Yusmadi.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPRK Pidie, Jamaluddin SP mengatakan, akan menindaklanjutinya "Dalam waktu dekat kami akan panggil Sekda Pidie dan pihak terkait," ujar Jamaluddin.

Rubrik

Komentar

Loading...