Tujuan KKB Pimpinan Abu Razak Ternyata Ingin Bentuk Kerajaan Islam

Tujuan KKB Pimpinan Abu Razak Ternyata Ingin Bentuk Kerajaan Islam

BERITAKINI.CO | Polres Bireuen merilis hasil pengungkapan kejahatan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Abu Razak, yang disergap di Pidie Jaya, kemarin sore.

Kapolres Bireuen AKBP Gugun Hardi Gunawan didampingi Kasat Reskrim Iptu Rezki Rezki Kholiddiansyah dalam konferensi pers, Jumat (20/9/2019) menjelaskan kronologis kejahatan kelompok tersebut.

KKB ini sebelumnya melakukan penyanderaan dan pemerasan terhadap warga Bireuen bernama Baital bin Umar pada 16 September 2019 lalu.

Baital dilepas setelah membayar tebusan Rp 25 juta dari total Rp 100 juta yang diminta.

Korban pun melapor ke polisi atas apa yang dialaminya tersebut.

Dari sana, polisi melakukan pengejaran terhadap pelaku.

Dari penyelidikan yang dilakukan, tujuan KKB itu menghimpun dana adalah untuk mendirikan kerajaan Islam. Dan Abu Razak akan didaulat sebagai sultannya.

Hal itu terungkap juga dari video yang beredar di media sosial tentang deklarasi Kerajaan Islam yang dilakukan Abu Razak dan pengikutnya.

Namun niat itu tak kunjung sampai. KKB ini berhasil disergap di kawasan Tringgadeng, Pidie Jaya, kemarin sore.

Abu Razak dan sejumlah pengikutnya tewas dalam kontak tembak.

Dari rangkaian upaya pengungkapan itu, polisi menyita sederet barang bukti antara lain, dua pucul AK 56, satu Revolver, ratusan amunisi dan sejumlah uang.

Gugun Hardi Gunawan mengatakan, sebelumnya polisi juga telah mengirimkan pesan agar anggota KKB itu menyerahkan diri.

"Beberapa di antaranya memang sudah ada yang menyerahkan diri lebih dulu," katanya.

Rubrik

Komentar

Loading...