Trauma, Siswa di Pidie Jaya Masih Enggan ke Sekolah

Trauma, Siswa di Pidie Jaya Masih Enggan ke Sekolah

BERITAKINI.CO, Meuredu | Dampak gempa bumi yang mengguncang Pidie Jaya pada 7 Desember 2016 lalu tak hanya merusak infrastruktur. Tapi juga membawa dampak traumatik, khususnya terhadap siswa.

Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Kecamatan Meurah Dua, Aisyah, Jum'at (13/01/2017) kepada BERITAKINI.CO mengatakan, hampir setengah dari total 111 siswa di sekolahnya belum mengikuti proses belajar mengajar.

Pihaknya juga sudah mengunjungi beberapa siswa dan bertemu dengan orang tua mereka untuk menanyakan perihal itu. Hasilnya, kata Aisyah, orang tua siswa mengatakan bahwa anak-anaknya masih merasa takut terhadap gempa susulan.

"Mereka masih trauma gempa susulan. Tapi Kami tetap meminta kepada orang tua agar membujuk anaknya untuk bersekolah, agar tidak ketinggalan pelajaran", kata Aisyah.

Disamping trauma,  ruang belajar yang tidak memadai, juga menjadi faktor yang membuat murid SDN 3 enggan ke sekolah. Sejauh ini mereka sebagian mereka belajar bawah tenda darurat yang disediakan oleh Badan Penanggulangan Bencana.

Para murid kerap merasa kepanasan sehingga tidak nyaman menjalani proses belajar.

“Diperparah dengan kondisi becek akibat genangan air hujan hingga kekolong meja belajar siswa ,” ujar Aisyah.

Sementara ini, di sekolah tersebut sedang dibangun tiga unit ruangan sekolah sementara, bangunan itu ditargetkan selesai tahap pertama pada 17 Januari.

Sedangkan untuk tahap kedua akan diselesaikan pada 30 Januari 2017. Kemudian tiga ruangan lainnya untuk tempat belajar masih bisa digunakan karena masih utuh.

“Insya Allah bulan Febuari sudah bisa difungsikan, sebagian anak–anak sudah bisa belajar di sini nantinya, dan sebagian lainnya seperti biasa belajar di tiga ruangan yang tidak roboh,” ungkapnya.(*)

Rubrik

Komentar

Loading...