Tolak Sumbangan Dana untuk Beli Mobil Dinas, Ketua DPRK Aceh Singkil: Menurut Kami Itu Pelecehan!

Tolak Sumbangan Dana untuk Beli Mobil Dinas, Ketua DPRK Aceh Singkil: Menurut Kami Itu Pelecehan!
Ketua DPRK Aceh Singkil Hasanuddin Aritonang saat berhadapan dengan FORPPAS di kantin DPRK setempat

BERITAKINI.CO, Singkil | Rapat paripurna penyampaian laporan Badan Anggaran (Banggar) DPRK Aceh Singkil atas Rancangan KUA-PPAS 2021 diwarnai penampakan tak biasa.

Ini karena paripurna tak hanya diikuti oleh para anggota legislatif dan eksekutif, tapi juga sekelompok pemuda Aceh Singkil.

Mereka tergabung dalam Forum Pemuda Peduli Aceh Singkil (FORPPAS). Kedatangan mereka sebetulnya untuk menemui ketua DPRK Aceh Singkil, karena ingin menyerahkan sumbangan dana hasil penggalangan untuk pembelian mobil jabatan tahun depan.

Namun karena rapat masih berlangsung, mereka tampak mengikutinya hingga selesai.

Lihat juga: FORPPAS Galang Dana untuk Beli Mobil Dinas Baru Pejabat Aceh Singkil 2021

Usia sidang, FORPPAS pun menemui Ketua DPRK Aceh Singkil Hasanuddin Aritonang di kantin pada komplek gedung wakil rakyat itu.

"Ini pak sumbangan masyakarat yang berhasil kami himpun untuk tambahan pembelian mobil jabatan," kata salah satu perwakilan mereka, Hardinata.

Penyerahan itu kontak ditolak. "Kami tidak dapat menerima ini karena tidak ada juknisnya," kata Hasanuddin Aritonang.

Proses penyerahan pun diwarnai adu argumen antara Hasanuddin Aritonang dan FORPPAS, bahkan sampai menggunakan nada tinggi.

Hasanuddin menilai aksi FORPPRAS tersebut terkesan politis, dan ia pun merasa seperti dilecehkan.

Sebaliknya, FORPPAS merasa tersinggung karena usaha mereka tidak dihargai.

"Bapak tolong ajari kami bagus ngomong, ajari kami sopan," kata Hardinata.

"Gerakan ini tidak ada politik seperti yang bapak sampaikan, ini murni dari kami, itu perlu digaris bawahi. Lagi pula sumbangan ini amanah dari masyakarat yang harus kami berikan."

"Sumbangan kalian serahkan saja kepada yang lain," timpa Hasanuddin Aritonang.

Proses penyerahaan ini pun tak berujung. FORPPAS akhirnya memutuskan untuk membubarkan diri.

Dikonfirmasi kemudian, Hardinata mengatakan, mereka berencana menyerahkan sumbangan senilai Rp 60 ribu saja, kendati nilai uang yang berhasil digalang mencapai Rp 150 ribu.

"Rp 60 ribu itu sengaja kita selaraskan dengan angka Rp 6 miliar, alokasi anggaran untuk pembelian mobil jabatan,” katanya.

Sementara Hasanuddin Aritonang yang dikonfirmasi kemudian mengakui emosi atas aksi FORPPAS tersebut.

Dia merasa seperti dilecehkan sehingga menolak untuk menerima duit tersebut. Apalagi, kata dia, hal itu tak memiliki dasar regulasi apapun.

"Saya tak terkontrol maka saya sedikit emosi menanggapi itu tadi," kata politisi Golkar ini.

“Saya memohon maaf kepada adek-adek mahasiswa jika tadi emosi saya tak terkendali tadi karena cara itu menurut kami pelecehan.”

Rubrik

Komentar

Loading...