Wacana Perpanjangan Operasional Bank Konvensional, Tgk Bulqaini: Riba akan Menghancurkan Ekonomi Aceh

Wacana Perpanjangan Operasional Bank Konvensional, Tgk Bulqaini: Riba akan Menghancurkan Ekonomi Aceh
Tgk Bulqaini

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Rencana memperpanjang operasional perbankan konvensional di Aceh menuai reaksi penolakan dari kalangan ulama. 

Sekretaris Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) Tgk Bulqaini menyatakan menolak rencana perpanjangan tersebut, terlebih melalui revisi Qanun Lembaga Keuangan Syariah (LKS) tersebut.

Menurutnya, hal itu bertentangan dengan semangat lahirnya qanun tersebut.

"Kita kan punya hak dan wewenang sesuai qanun yang ada, karena riba itu membahayakan," kata Bulqaini saat dimintai tanggapannya, Rabu (23/12/2020).

Ia menginginkan Pemerintah Aceh tetap menjalankan Qanun LKS sesuai dengan pasal-pasal yang telah diatur dalam qanun tersebut.

Karena menurutnya apabila sistem riba masih dijalankan, itu justru akan menghancurkan perekonomian Aceh.

Lihat Juga: 

Menurut Bulqaini, riba dapat merusak semua sendi-sendi kehidupan.

"Kalau kita ingin Aceh maju, maka perbaiki sistem ekonominya melalui sistem syariah," kata Bulqaini yang juga Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kota Banda Aceh ini.

Bulqaini merasa aneh dengan rencana-rencana melanggengkan bank konvensional.

Padahal, kata dia, sudah ada kesepakatan agar bank konvensional tidak boleh beroperasi lagi.

"Kalau alasannya karena pelayanan kurang maksimal, maka upayakan agar maksimal, tanpa harus merevisi qanun," kata Bulqaini yang juga Pimpinan Markaz Al-Ishlah Aziziyah di Banda Aceh tersebut.

Alih-alih memperpanjang operasional, lanjut Bulqaini, pemerintah justru seharusnya lebih tegas menerapkan sistem syariah di Aceh.

"Bila perlu, bank yang belum menerapkan syariah, jangan diberi kesempatan untuk beroperasi di Aceh," katanya.

"Coba tanya masyarakat Aceh, kita semua sangat senang dengan bank syariah meskipun belum maksimal penerapannya." | Husaini Dani

Rubrik
Pidie Jaya-Ramadan

Komentar

Loading...