Toko di Terminal Terpadu Sigli Dijadikan Tempat Transaksi Layanan Prostitusi Anak di Bawah Umur

Toko di Terminal Terpadu Sigli Dijadikan Tempat Transaksi Layanan Prostitusi Anak di Bawah Umur
Ilustrasi

BERITAKINI.CO, Sigli | Kepolisian Resort Pidie mengendus aktivitas prostitusi yang melibatkan dua anak di bawah umur di Terminal Terpadu Kota Sigli, Kabupaten Pidie.

Kapolres Pidie melalui Kasat Reakrim Polres Pidie Iptu Ferdian Candra, Kamis (16/10/2010) mengatakan hal itu terungkap dari pengakuan IFR alias Bunda (38) ibu rumah tangga warga Blang Paseh, Kecamatan Kota Sigli, Pidie yang berperan sebagai mucikari.

Dalam proses penyelidikan, tersangka mucikari mengaku menerima jasa penghubung dari pria hidung belang sebesar Rp 50 ribu untuk sekali transaksi.

"Aktivitas prostritusi itu sudah berjalan dua bulan lalu yakni sejak Juli 2020," kata Ferdian.

Untuk menikmati layanan prostitusi itu, para pria hidung belang hanya membayar Rp 200 ribu hingga Rp 500 ribu.

Para penikmat jasa pelayanan itu kemudian diarahkan ke salah satu ruko di Terminal Terpadu Kota Sigli, Pidie.

"Transaksi hingga pelayanan dilakukan di Terminal Terpadu Kota Sigli," kata Ferdian.

Dalam kasus itu, polisi ikut mengamankan dua pelanggan prostitusi itu, yakni berinisial IK (40) warga Lhok Kaju, Kecamatan Indrajaya; dan DI (26) warga Lamseupeng, Kecamatan Lueng Bata, Kota Banda Aceh.

"Satu satu tersangka berinisial I masih dalam proses pengejaran," kata Ferdian.

Rubrik

Komentar

Loading...