Tipu Puluhan Orang, Petugas Kebersihan Mushalla Dinas Perpus dan Arsip Aceh Raup Rp 1 Miliar

Tipu Puluhan Orang, Petugas Kebersihan Mushalla Dinas Perpus dan Arsip Aceh Raup Rp 1 Miliar
Ari Murthi alias Devras (37)

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Ari Murthi alias Devras (37), Jalan Karya Sehati, Gang Ampera No.6, Desa Polonia, Kecamatan Medan Polonisa, Kota Meda,  Sumatera Utara benar-benar lihai mengelabui orang.

Pria yang kini telah ditetapkan sebagai buronan Polresta Banda Aceh, itu dilaporkan berhasil menipu pulahan orang.

Modusnya adalah dengan menjanjikan korbannya menjadi tenaga kontrak di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh.

Meski Ari Murthi sendiri hanya lah seorang petugas kebersihan di mushalla dinas tersebut, tapi banyak orang yang percaya. Alhasil, Ari Murthi pun meraup untung lebih dari Rp 1 miliar, dan kabur.

Kapolresta Banda Aceh melalui Kasat Reskrim AKP M Ryan Citra Yudha mengatakan, Ari Murthi menipu beberapa korban dengan mengaku kenal pejabat teras dinas perpustakaan tersebut.

"AM menjanjikan pekerjaan kepada para korban bisa menjadi tenaga kontrak di dinas tersebut, seolah-olah tersangka ini mengenali dan dekat dengan para pejabat di dinas tersebut," kata Ryan Saat dikonfirmasi BERITAKINI.CO, Rabu (17/2/2021).

Modus tersangka, lanjut Ryan, adalah dengan meminta korban untuk memberikan sejumlah uang sebagai pelicin.

"Dalam menjalankan aksinya tersebut, Ari Murthi berhasil menipu lebih dari satu orang korban, hingga saat ini kerugian lebih dari satu miliar," kata Ryan.

Ryan melanjutkan saat ini pihaknya masih memburu Ari Murthi .

Ia pun menghimbau jika masyarakat ada yang mengetahui keberadaan Ari Murthi , bisa segera melaporkan atau menghubungi kepolisian terdekat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun BERITAKINI.CO dari Yusrisyah, kepala keamanan di dinas tersebut, Ari Murthi merupakan seorang mualaf yang baru saja memeluk Islam.

"Dia adalah seorang mualaf, agama awalnya adalah Hindu, dia juga bukan PNS atau tenaga kontrak di sini," kata Yusrisyah.

Tersangka diketahui bisa bekerja di mushalla tersebut, dikarenakan sering bergabung dan duduk bersama komunitas pengajian.

"Awalnya dia bisa bekerja di sini karena sering gabung dengan komunitas pengajian kami, dan dia hanya bertugas sebagai pembersih mushalla saja," ujarnya.

Sebelumya, kata Yusri, tersangka memang sudah lama menghilang, jauh sebelum ditetapkan sebagai buronan.

Menurut dia, ada sebanyak 60 orang secara bergantian datang ke dinas tersebut mempertanyakan keberadaan Ari Murthi .

"Namun saya tidak tahu persis tujuan dari datangnya orang-orang tersebut," katanya.

Rubrik

Komentar

Loading...