Tiket Pesawat Bakal Mahal, Kemenhub Usul Stimulus ke Sri Mulyani

Tiket Pesawat Bakal Mahal, Kemenhub Usul Stimulus ke Sri Mulyani
Foto: Ilustrasi pesawat (iStock)

BERITAKINI.CO | Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Novie Riyanto mengungkapkan subsidi terhadap maskapai tahun ini belum bisa diputuskan akan dilanjutkan atau tidak.

Menurut Novie, hingga kini belum ada mekanisme yang disetujui dari pemerintah untuk kembali memberikan subsidi bagi maskapai penerbangan.

"Subsidi yang sifatnya langsung pada airlines (maskapai) saat ini kami belum punya solusi. Karena airlines kita mungkin yang BUMN sudah ada langkah sendiri dari Kemenkeu. Kalau yang swasta belum ada mekanisme, dari government ke private seperti apa," ujar Novie dalam rapat kerja dengan komisi V DPR, Senin (8/2/2021).

Meski begitu, Novie mengatakan pihaknya sudah mengusulkan subsidi maskapai ke Kementerian Keuangan agar bisa direalisasikan kembali di tahun 2021.

"Ini kita upayakan juga ada stimulus dari Kemenhub yang diusulkan ke Kemenkeu dapat terealisasi," ujar Novie.

Sebelumnya, sejak Oktober 2020, Kemenhub sudah memberikan subsidi berupa pembebasan tarif pelayanan jasa penumpang pesawat udara (PJP2U) kepada maskapai sebesar Rp 175 miliar dan bantuan kalibrasi Rp 40 miliar untuk AirNav, AP I, dan AP II.

Kebijakan subsidi ini akan berdampak langsung ke harga tiket pesawat di tingkat konsumen. Subsidi ini diterapkan pada 13 bandara di Indonesia dan dilakukan sejak Oktober hingga berakhir pada Desember 2020 yang lalu.

Sementara itu, untuk subsidi langsung kepada penumpang pesawat terbang Novie mengatakan tahun ini akan tetap diteruskan. Salah satu contohnya adalah penyediaan penerbangan perintis.

"Subsidi baru kita lakukan ke penumpang, atau membeli block seat, atau melakukan perintis," ujar Novie.

Rubrik
Sumber
detik.com

Komentar

Loading...