Tiga TKI Aceh Yang Ditahan Malaysia Akan Tiba di Tanah Air Bulan Desember

Tiga TKI Aceh Yang Ditahan Malaysia Akan Tiba di Tanah Air Bulan Desember

BERITAKINI.CO | Tiga tenaga kerja indonesia (TKI) asal Aceh, yang ditahan di penjara Semeuyeh, Selanggor dan Buket Jalil, Malaysia oleh pihak Imigrasi Malaysia dan biaya pemulangan ditanggung anggota Komite II DPD-RI asal Aceh H Sudirman akrap disapa Haji Uma, akan tiba di Tanah Air,  akhir bulan November dan awal bulan Desember 2018 .

Seperti diketahui, tiga TKI Aceh  yang ditangkap karena tidak lengkap dokumen, biaya pemulangan yang di tanggung H Sudirman (Haji Uma) sedangkan pengurusan pemulangan dan administarasi dilakukan Abu Saba yang merupakan Ketua Kesatuan Aneuk Nanggroe Aceh (KANA) di Malaysia.

Ke tiga TKI tersebut yaitu, yaitu  Amirullah Gampong Mee Matang Panyang, Tanah Pasir, Musliadi warga Nisam semua biaya pemulangan ditanggungnya Haji Uma sedangkan Diky Rahmadhani warga Gampong Asan sebagian ditanggung pihak keluarganya.

Baca juga : Panwaslih Pijay Imbau Caleg Tertibkan APK yang Melanggar

Ketua KANA di Malaysia Nazaruddin sapaan Abu Saba kepada RRI Lhokseumawe menyebutkan, mereka tinggal menunggu jabwal keberangkatan, semua admintrasi termasuk paspor dan tiket pesawat sudah sudah selesai semua

“Mulyadi rencananya akan diberangkatkan pada 29 Nevember dari bandara Kuala Lumpur Internasional Airport (KLIA) ke Bandara Kuala Namu Sumatera Utara, dan Amirullah akan diberangkat pada 6 Desember 2018  ke Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Banda Aceh, sementara Diky Rahmadhani akan diberangkat pertegahan bulan Desember,” kata Abusaba, Senin (26/11/2018).  

Sementara H Sudirman sapaan Haji Uma menyebutkan, sebelumnya akan pemulangan Empat TKI sal Aceh yang ditangkap dan ditahan penjara Malaysia, karena tidak melengkapi dokumen, yang sudah lengkap hanya tiga TKI, sedangkan satu lainnya atas nama Zainal Ali yang dilaporkan warga Kecamatan Langkahan, masih penusuran alamat keluarganya.

Baca juga : Di Tengah Terik Matahari, Warga Nagan Raya Antusias Dengar Tausiyah UAS

“Alamat Zainal masih ditelusuri, karena  alamat yang dikasih sebelumnya sudah kita datangi, Namun, pengakuan warga dan Kepala Desa (Geuchik) mengatakan bukan warganya, sehingga kita tidak bisa mengambil kesimpulan, kemungkina akan menyusul belakangan,” terang Haji Uma.

Rubrik
Sumber
RRI.CO.ID

Komentar

Loading...