Tiga Kakak Beradik di Aceh Tengah Bunuh Ayahnya Sendiri, Mayatnya Dibuang ke Jurang

Tiga Kakak Beradik di Aceh Tengah Bunuh Ayahnya Sendiri, Mayatnya Dibuang ke Jurang
Ilustrasi Net

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Aceh Tengah mengamankan seorang pria berinisial YH (26) dan ibunya AM (45) yang diduga tega membunuh Irwansyah (50) tak lain adalah ayahnya sendiri.

Warga Desa Kuala Satu, Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah ini diduga membunuh ayahnya dibantu oleh ibu dan dua orang adiknya. Setelah dibunuh, jasad korban kemudian dibuang ke jurang.

Direskrimum Polda Aceh Kombes Agus Sarjito mengatakan, pembunuhan ini terjadi pada September 2018 lalu. Korban dibunuh di Kebun Jurung, Kecamatan Bintang.

Kata dia, kasus pembunuhan ini terungkap setelah polisi menerima laporan dari seorang saksi yang mengetahui pembunuhan tersebut.

“Pada Senin (7/1/2019), ada seorang perempuan datang ke Polres Aceh Tengah mengaku sebagai saksi kunci dugaan tindak pidana pembunuhan yang dilakukan oleh istri dari korban beserta anak kandung korban,” kata Kombes Agus, Selasa (8/1/2019).

Mendapat informasi tersebut, kata dia, Kasat Reskrim Aceh Tengah Iptu Agus Riwayanto Diputra beserta unit identifikasi melakukan pengecekan.

Hasilnya, mereka menemukan kerangka mayat Ridwansyah yang dibuang ke jurang yang berlokasi di Desa Bur Lintang, Kecamatan Pegasing.

“Kondisi sudah menjadi kerangka,” kata Agus.

Kemudian, kata dia, Kasat Reskrim Polres Aceh Tengah membagi anggota menjadi dua tim dan memburu pelaku.

“Pertama tim menangkap tersangka YH, dari hasil introgasi diketahui tersangka melakukan pembunuhan dibantu dengan ibu beserta dua orang saudaranya yang berstatus DPO. Kemudian tim kembali menangkap tersangka AM tanpa ada perlawanan,” kata Agus.

Kedua pelaku kini diamankan di Polres Aceh Tengah untuk penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.

“Polisi masih memburu dua tersangka lain berinisial SU dan HA,” kata Agus.

Merurut pengakuan para tersangka, kata dia, motif pembunuhan itu didasari sakit hati ibunya yang sering dipukuli oleh korban.

“Mereka tidak tega ibunya sering dipukuli oleh korban,” kata Agus.

Rubrik
Pemprov Aceh

Komentar

Loading...