Tidak Kooperatif, KPK Ancam DPO-kan Ayah Merin

Tidak Kooperatif, KPK Ancam DPO-kan Ayah Merin

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan membahas dan memutuskan status buron untuk tersangka Izil Azhar, atau Ayah Merin.

Dia diincar KPK dalam kapasitasnya sebagai tersangka gratifikasi pembangunan proyek dermaga Sabang.

Ayah Merin telah ditetapkan sebagai tersangka bersama dengan Gubernur Aceh nonaktif Irwandi Yusuf. Namun, Ayah Merin tidak kooperatif dan mangkir dari pemanggilan KPK.

"Kita akan panggil sekali lagi. Jika Izil Azhar tidak mengindahkan pemanggilan KPK, maka namanya akan masuk ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO)," kata Wakil Ketua KPK Laode M Syafir, Kamis (15/11/2018) di Banda Aceh.

Baca: Irwandi Yusuf dan Ayah Merin Ditetapkan Sebagai Tersangka Gratifikasi Proyek Dermaga Sabang

Dalam kasus ini, kata dia, KPK juga telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk mencari tahu keberadaan Izil Azhar, namun hingga kini mantan Panglima GAM wilayah Sabang dan Pulo Aceh itu tidak diketahui.

Baca: Ayah Merin Mangkir dari Panggilan KPK

Untuk itu, kata Laode, pihaknya mengimbau kepada yang bersangkutan untuk datang menyerahkan diri.

"Kami sudah berkoordinasi dengan polisi dan beberapa pihak lain untuk melokalisir keberadaan beliau, namun belum berhasil. Lebih baik beliau menyerahkan diri," katanya.

Izil Azhar bersama Irwandi Yusuf ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan gratifikasi pembangunan dermaga Sabang senilai Rp 793 milliar.

Proyek yang dibiayai oleh APBN 2006-2011 ini sudah ditangani KPK sejak tahun 2013. Pengadilan juga sudah memvonis sejumlah orang, termasuk mantan Kepala BPKS Sabang Ruslan Abdul Gani.

Dalam perkara ini, Irwandi dan Izil Azhar diduga menerima gratifikasi sebesar Rp 33 milliar. Total kerugian negara mencapai Rp 313 milliar. | MAG 002

Rubrik

Komentar

Loading...