Thailand Rombak Militernya untuk Kurangi Jenderal

Thailand Rombak Militernya untuk Kurangi Jenderal
Seorang tentara mengambil posisi saat mengikuti Demonstrasi Penyerangan Amfibi dalam latihan militer multilateral Cobra Gold di Pantai Hat Yao, Provinsi Chonburi, Thailand, 16 Februari 2019. REUTERS/Soe Zeya Tun

BERITAKINI.CO | Militer Thailand mengumumkan akan melakukan perombakan besar-besaran dengan bertujuan untuk memangkas jumlah perwira tinggi.

Angkatan Bersenjata Thailand (RTAF) mengumumkan bahwa unit yang tidak perlu akan disingkirkan, sementara pembentukan unit baru di bawah jenderal besar, laksamana belakang, wakil perwira udara, dan perwira tinggi lainnya akan ditangguhkan.

Seorang juru bicara RTAF mengatakan perubahan itu berasal dari pembicaraan tingkat tinggi, seperti dilaporkan Nation Thailand, Kamis, 25 Februari 2021.

Juru bicara itu menjelaskan beberapa unit akan ditugaskan untuk menangani lebih banyak tugas. Sementara unit yang tidak perlu akan dihapuskan.

Kuota beberapa satuan di militer akan berkurang karena pemegang pos mengundurkan diri.

Perombakan militer besar-besaran ini dimulai April mendatang. Harapannya dapat memangkas jumlah perwira tinggi seperti jenderal besar, laksamana belakang, dan wakil perwira udara sebesar 5 hingga 10 persen.

Paul Chambers, pakar urusan militer di Universitas Naresuan, mengatakan militer Thailand dikenal sangat "gemuk". Ada sekitar 1.700 jenderal atau satu jenderal untuk setiap 212 tentara.

Rubrik
Sumber
Tempo.co

Komentar

Loading...