Terungkap Isi Proposal Perdamaian Trump, Yerusalem Milik Israel Seluruhnya

Terungkap Isi Proposal Perdamaian Trump, Yerusalem Milik Israel Seluruhnya
Presiden Amerika Serikat Donald John Trump (kanan) saat bertemu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Foto/Times of Israel/Koby Gideon/GPO

BERITAKINI.CO | Rencana perdamaian Israel-Palestina rancangan pemerintah Presiden Donald Trump akan dipresentasikan minggu depan di Gedung Putih. Stasiun televisi Israel membocorkan sebagian poin proposal perdamaian itu, salah satunya akan memberikan kedaulatan Israel atas seluruh Yerusalem.

Proposal perdamaian yang dikenal sebagai "Deal of the Century" atau "Kesepakatan Abad Ini" itu akan dipresentasikan Trump di hadapan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan pemimpin partai pesaingnya Blue and White; Benny Gantz. Menurut stasiun televisi Israel, pemberian seluruh Yerusalem berarti mandat AS bagi rezim Zionis untuk mencaplok semua area permukiman Tepi Barat.

Laporan itu menyebut proposal itu merupakan "proposal paling dermawan" yang pernah disampaikan seorang presiden AS kepada Israel. Beberapa bulan sebelumnya, proposal itu pernah bocor. Namun, pihak Presiden Trump saat itu menganggap bocoran tersebut "murni spekulatif" dan rincian pastinya akan disampaikan pada waktu perilisannya.

Stasiun televisi Channel 12 menyatakan proposal ini pada akhirnya menyediakan sebuah negara Palestina tetapi dalam kondisi yang tidak bisa diterima oleh pemimpin Palestina. Channel 12 melaporkan bahwa Presiden Otoritas Palestina (PA) Mahmoud Abbas tidak mengetahui rincian rencana tersebut, dan bahwa hal itu dianggap di Ramallah sebagai proposal "mati pada saat kedatangan".

PA tidak memiliki hubungan substantif dengan pemerintah AS sejak Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel pada bulan Desember 2017.

Mengingatkan pada rencana pengumuman "Deal of the Century", Wakil Presiden AS Mike Pence yang berada di Israel untuk Forum Holocaust Dunia, mengatakan pada Kamis malam bahwa Trump akan menjadi tuan rumah bagi Netanyahu dan Gantz minggu depan untuk membahas prospek "perdamaian di Tanah Suci."

Pence membuat komentar sambil duduk bersama Netanyahu, Duta Besar Israel untuk AS Ron Dermer, dan Duta Besar AS untuk Israel David Friedman di Kedutaan Besar AS di Yerusalem. Jared Kushner, Utusan Perdamaian Timur Tengah Presiden Trump, juga telah diharapkan tiba di Israel minggu ini, tetapi membatalkan kunjungannya dengan alasan cuaca di Davos.

Netanyahu mengatakan Presiden Trump sedang berusaha memberikan perdamaian dan keamanan yang layak bagi Israel."Saya menyarankan agar Benny Gantz diundang juga ke Gedung Putih," katanya, seperti dikutip Times of Israel, Jumat (24/1/2020).

Televisi Israel itu mengklaim bocoran proposal diperoleh dari seorang sumber yang tak disebutkan namanya. Berikut beberapa poin bocoran proposal yang paparkan stasiun televisi tersebut;

1. Kedaulatan Israel di semua permukiman 100-plus Tepi Barat, seluruh kecuali 15 di antaranya akan bersebelahan. (Diperkirakan 400.000 orang Yahudi tinggal di sekitar 120 pemukiman resmi)

2. Kedaulatan Israel di seluruh Yerusalem, termasuk Kota Tua, dengan hanya "representasi simbolik Palestina" di Yerusalem.

3. Jika Israel menerima kesepakatan itu, dan Palestina menolaknya, Israel akan mendapat dukungan AS untuk mulai mencaplok permukiman secara sepihak.

4. Palestina akan diberikan status kenegaraan, tetapi hanya jika Gaza didemiliterisasi, Hamas menyerahkan senjatanya, dan Palestina mengakui Israel sebagai negara Yahudi dengan Yerusalem sebagai ibukotanya.

5. Tidak ada peran Palestina dalam kontrol perbatasan apa pun.

6. Kontrol keamanan penuh Israel di Lembah Jordan.

7. Kedaulatan Israel di semua "wilayah terbuka" di Wilayah Tepi Barat C. Laporan televisi mengatakan area mencapai sekitar 30 persen dari Tepi Barat.

8. Penerimaan semua tuntutan keamanan Israel.

9. Beberapa pertukaran lahan terbatas yang memperluas kedaulatan Israel di Tepi Barat akan ditukar dengan kompensasi teritorial kecil di Negev.

10. Kemungkinan kecil penerimaan pengungsi Palestina di Israel; tidak ada kompensasi untuk pengungsi.

Rubrik
Sumber
Sindonews.com

Komentar

Loading...