Terungkap di Rekonstruksi: Sadisnya Cucu Bunuh Nenek di Aceh Tamiang

Terungkap di Rekonstruksi: Sadisnya Cucu Bunuh Nenek di Aceh Tamiang

BERITAKINI.CO, Kuala Simpang | Polisi menggelar rekonstruksi pembunuhan terhadap seorang perempuan lanjut usia, Ribut (61), warga Kampung Purwodadi, Kecamatan Kejuruan Muda, Aceh Tamiang. 

Polisi menghadirkan dua tersangka pelaku, yakni ABS (17) cucu korban; dan temannya BWY (16), dalam reka ulang yang berlangsung di Mapolres Aceh Tamiang pada Senin, 26 April 2021 itu.

Lihat: Bukan Menolong, Cucu di Aceh Tamiang Ini Malah Cekik Neneknya yang Terpeleset dari Tangga Hingga Tewas

Reka ulang memperagakan sebanyak 22 adegan saat kedua tersangka membunuh korban. Dan aksi mereka itu dilakukan di depan seorang perempuan, RA, yang tinggal di rumah tersebut bersama korban.

Kapolres Aceh Tamiang melalui Kasat Reskrim Iptu Fauzan Zikra mengatakan, polisi mengkonstruksi mulai dari kedatangan pelaku hingga terjadinya pembunuhan pada 14 April 2021 lalu itu.

Di mana kedua pelaku datang ke kediaman Ribut sekira pukul 22.20 WIB pada 13 April 2021, untuk mengambil baju. Lalu mereka pergi dan kembali lagi pada pukul 23.30 WIB.

Dari kontruksi itu, diketahui keduanya masuk dengan melalui pintu belakang rumah neneknya itu.

Mereka pun langsung naik ke lantai dua rumah tersebut menuju salah satu kamar.

Tak lama, ABS keluar kamar, dan pergi menuju ke kamar neneknya yang juga berada di lantai satu. Dia pun mendobrak kamar neneknya itu, lalu pergi ke ruang tamu.

Sang nenek yang terbangun, dan bersama RA, menyenter ABS yang berada di ruang tamu.

Sang nenek pun langsung bertanya maksud ABS mendobrak pintu kamarnya. Dia hanya menjawab akan tidur di rumah neneknya itu. Mendengar itu, Ribut dan RA pun kembali ke kamar mereka.

Sementara ABS juga kembali ke kamarnya di lantai dua.

Tapi dia tak mendapati BWY di kamar itu. ABS pun memanggil Ribut untuk naik ke atas.

Ribut bersama RA pun naik ke lantai dua rumah tersebut.

Namun ternyata, BWY berada di kamar mandi di lantai dua tersebut.

Ribut dan RA pun kembali turun ke lantai satu.  RA berjalan lebih dulu menyusuri tangga. Dia berhasil berada di lantai satu.

Sementara saat Ribut masih berada di pertengahan tangga, ABS datang dan menolak neneknya itu hingga terjatuh ke lantai satu.

RA yang berada di lantai satu pun hendak menolong. Tapi dihalau oleh ABS yang langsung memegang kepala RA dengan cara hendak mematahkan lehernya.

Ribut yang masih bisa bergerak, mencoba menolong RA dari cengkraman ABS. 

Namun ABS melepas RA, dan mencekik Ribut. 

Dia kemudian memanggil BWY untuk turun membantunya.

BWY pun memegangi RA. Sementara ABS terus mencekik neneknya hingga tewas.

Tubuh Ribut dan RA pun dibawa pelaku ke salah satu kamar di lantai satu di rumah itu.

Saat itu, ABS melucuti cincin yang dipakai neneknya.

Lalu dia bertanya kepada RA di mana neneknya menyimpan uang.

Namun RA menjawab tidak tahu. ABS tetap berusaha mencari dan menemukan dompet milik Ribut di atas tempat tidur.

Dia pun menguras isi dompet neneknya tersebut.

Untuk menghilangkan jejak, kedua pelaku lantas membawa korban ke mushala tak jauh dari rumah tersebut.

Di sana, jasad korban dipakaikan mukena. 

Lalu mereka kembali lagi ke rumah neneknya tersebut dan meminta RA untuk menutup pintu belakang. 

Keduanya pun kabur meninggalkan rumah tersebut.

Sementara RA langsung memberitahukan kejadian itu kepada warga lainnya dan informasi itu sampai juga ke polisi.

Petugas pun bergerak melakukan pengejaran dan keduanya berhasil ditangkap beberapa jam kemudian sebuah bengkel sepeda motor yang berada di Dusun Bahagia, Kampung Dalam, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang.

Atas perbuatannya, kedua pelaku tersebut dijerta dengan Pasal 240 jo Pasal 339 jo Pasal 338 jo PAsal 365 jo Pasal 55 dan jo Pasal 56 KUHPidana Jo UU Nomor 11 Tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.

Editor
Rubrik

Komentar

Loading...