Tersangka Penyebar Fitnah 'Plt Gubernur Antek PKI' Melarikan Diri

Tersangka Penyebar Fitnah 'Plt Gubernur Antek PKI' Melarikan Diri

BERITAKINI.CO, Sigli | RA (32) tersangka kasus pelanggaran Undang-Undang ITE terhadap Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah melarikan diri dari tahanan Kejaksaan Negeri (Kejari) Pidie Jaya.

Kajari Pidie Jaya melalui Kasi Pidana Umum (Pidum) Aulia yang dikonfirmasi BERITAKINI.CO, membenarkan itu.

"Benar, kamarin sore dia (RA) kabur. Kami sudah melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian," katanya, Senin (5/10/2020).

Aulia menuturkan, tersangka kasus penyebaran fitnah "Plt Gubernur Antek PKI" tersebut sebelumnya dititip sel tahanan Polres Pidie Jaya, hingga berkas perkara itu dilimpahkan ke pengadilan.

Namun dalam perjalanannya, RA dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan hasil swab.

Dia dikeluarkan dari sel dan dimasukkan ke Rumah Sakit Umum (RSU) Tgk Chik Pante Geulima untuk menjalani isolasi.

"RA diisolasi di ruang khusus yang dilengkapi jeruji besi di RS Meureudu, tapi sore kemarin ia berhasil kabur dengan membobol plafon kamar mandi," ujar Aulia.

Padahal, kata Aulia, perkara tersebut rencananya akan dilimpahkan ke pengadilan, karena tersangka positif covid pelimpahan itu diurung hingga dilakukan swab ke dua.

"Rencananya besok akan diswab ulang, supaya berkas perkara tersebut secepatnya bisa dilimpahkan," sambung Aulia.

Diberitakan sebelumnya, RA diringkus Satreskrim Polres Pidie pada Juni 2020 lalu atas postingannya di media sosial akun Facebook Abu Malaya berisi tuduhan Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah terlibat dalam organisasi terlarang (PKl).

Lihat: Kabur ke Meulaboh, Polisi Bekuk Tersangka Penyebar Fitnah ‘Plt Gubernur Aceh Antek PKI’

Atas postingan itu, ia disangkakan dengan Undang-Undang ITE, Pasal 28 ayat 2 jo Pasal 44 5a ayat 2 dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Rubrik

Komentar

Loading...