Terlibat Berbagai Aksi Kriminal, Lima Pemuda Ditangkap di Pidie

Terlibat Berbagai Aksi Kriminal, Lima Pemuda Ditangkap di Pidie

BERITAKINI.CO, Sigli | Polisi menangkap lima pemuda karena terlibat berbagai kasus kriminal. Kelimanya adalah yakni RR (17) warga Kembang Tanjong, dan MI (16) warga Kecamatan Pidie, H (20) warga Kembang Tanjong, AF (19) warga Mutiara Timur, dan H (20) warga Kecamatan Pidie.

Kapolres Pidie melalui Kasat Reskrim Iptu Ferdian Candra, Senin (2/11/2020) mengatakan, lima tersangka yang diamankan tersebut merupakan komplotan pencurian yang kerap beraksi di sejumlah lokasi berbeda di Pidie.

Hasil penyidikan, RR dan MI yang masih di bawah umur beraksi menjambret telepon genggam milik Dinda Miratna saat korban sedang melintas di Jalan Banda Aceh-Medan, Gampong Masjid Runtuh, Kecamatan Pidie.

Kasus serupa kembali terjadi di Jambatan Pante Teungeh, Kecamatan Kota Sigli, dan pelaku adalah H dan AH. Mereka merampas paksa telepon genggam milik Syaqiah Rahmatillah dari box depan sepeda motornya.

Selang beberapa hari, pada Mei 2020, giliran AF dan H beraksi. Tergetnya rumah Zulfikar warga Mee Adan, Mutiara Timur. Pelaku berhasil masuk ke rumah korban dan membawa kabur satu unit telepon genggam dan uang tunai Rp 3 juta. Dalam perjalanan AF kembali mencuri telepon gembang milik penjual jus di Kacamatan Simpang Tiga.

“Jadi kejadiannya di waktu dan tempat terpisah,” kata Ferdian.

Akhir September lalu, pelaku AF mengajak RR membawa lari satu unit sepeda motor Yamaha M3 BL 3989 milik Munir warga Gampong Tidiek, Kecamatan Mutiara yang diparkir di depan rumah tanpa gunci stang dengan cara didorong.

Uang dari aksi kejahatan itu, kata Ferdian, dinikmati bersama-sama untuk biaya nongkrong di seputaran Kota Sigli.

“Awalnya kita menangkap RR dan H warga Kembang Tanjong, kemudian kita kembangkan sehingga berhasil mengamankan AF sebagai otak pelaku kejahatan tersebut serta dua temannya,” ujarnya.

Kini kelima tersangka serta barang bukti tiga unit sepeda motor lima unit handphone sudah diamankan di Mapolres Pidie guna penyelidikan lebih lanjut.

Mereka terancam dijerat dengan Pasal 363 jo 362 jo 65 KUHP Pidana, kasus anak dijerat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tantang Sitem Peradilan Anak.

“Para pelaku terancam 7 tahun penjara dan ditambah 1/3 hukuman karena tindak pidana berulang,” ujar Ferdian.

Rubrik

Komentar

Loading...