Terkait Pemberitaan Bank Syariah Aceh Palsukan Izin Usaha, Humas Bank Aceh Syariah: PT BSA Bukan PT BAS

Terkait Pemberitaan Bank Syariah Aceh Palsukan Izin Usaha, Humas Bank Aceh Syariah: PT BSA Bukan PT BAS
Humas PT Bank Aceh Syariah (BAS) Riza Syahputra

Banda Aceh | Sehubungan dengan pemberitaan di media online terkait 13 perusahaan yang memalsukan izin usaha atas nama OJK di mana salah satunya adalah PT Bank Syariah Aceh (BSA).

Terkait hal itu, PT Bank Aceh Syariah pun memberikan penjelasan untuk menghindari kesalahpahaman di masyarakat.

Humas PT Bank Aceh Syariah (BAS) Riza Syahputra menegaskan bahwa PT Bank Syariah Aceh (BSA) yang masuk dalam daftar perusahaan yang memalsukan izin usaha tersebut bukanlah PT Bank Aceh Syariah.

Menurut Riza, pemberitaan media terkait entitas PT BSA tersebut sebelumnya juga pernah mencuat di tahun 2020 dan pihak OJK Banda Aceh telah melakukan klarifikasi melalui KEpala OJK Aceh saat itu Aulia Fadly.

Dalam klarifikasi tersebut, OJK mengatakan bahwa entitas dengan nama BSA bukan entitas yang memiliki izin usaha sebagai bank yang izinnya dikeluarkan oleh OJK. Kegiatan usaha BSA adalah usaha koperasi simpan pinjam atau pinjaman online tanpa izin dan kegiatan entitas tersebut dihentikan.

“Beliau juga menegaskan bahwa Bank Aceh Syariah yang berkantor pusat di Aceh melakukan kegiatan perbankan berprinsip syariah berada dalam pengawasan OJK,” katanya.

“Terkait hal tersebut perlu kami tegaskan sekali lagi bahwa PT Bank Syariah Aceh (BSA) yang dinyatakan memalsukan izin OJK berbeda dengan PT Bank Aceh Syariah (BAS),” katanya

PT BAS, kata Riza, dalam menjalankan usahanya telah mendapatkan izin dari OJK sebagaimana Surat Keputusan Dewan Komisioner OJK Nomor KEP-44/D.03/2016 tanggal 1 September 2016 tentang  Pemberian Izin Perubahan Kegiatan Usaha Bank Umum Konvensional menjadi Bank Umum Syariah PT Bank Aceh.

“Kami berharap dengan klarifikasi ini masyarakat dapat merasa tenang dan nyaman untuk melakukan transaksi keuangan di Bank Aceh karena Bank Aceh berada dalam pengawasan Otoritas Jasa Keuangan,” katanya.

Rubrik

Komentar

Loading...