Jembatan Puntung Pango, Ombudsman: Pemerintah Aceh Lalai dan Layak Digugat

Jembatan Puntung Pango, Ombudsman: Pemerintah Aceh Lalai dan Layak Digugat

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Ombudsman RI Perwakilan Aceh menyoroti kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Jembatan Puntung Pango, Jalan Ali Hasjimi, Gampong Tanjong, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Minggu malam (19/5/2019).

Di mana akibat kecelakaan itu membuat pengendara asal Bireuen mengalami luka parah.

Baca: Pemotor Asal Bireuen Terjun Bebas dari Jembatan Pango Banda Aceh, Begini Nasibnya

"Menurut saya, Pemerintah Aceh harus bertanggungjawab. Akibat kelalaian Pemerintah Aceh dalam menyelesaikan proyek pembangunan sehingga mengakibatkan para pengendara sepeda motor dari luar daerah jatuh dari jembatan puntung tersebut," kata Kepala Ombudsman RI perwakilan Aceh Dr Taqwaddin pada BERITAKINI.CO, Senin (20/5/2019).

Padahal kata Taqwaddin, jika dibuatkan pembatas yang agak tinggi dan diberikan marka, maka kecelakaan seperti itu tak akan terjadi.

Marka pembatas seperti yang disebutkan Taqwaddin memang baru tadi dipasang oleh BPJN Aceh merespon kecelakaan tersebut.

Baca: Jembatan Puntung Pango Makan Korban, BPJN Aceh Pasang Beton Pembatas

"Menurut saya, korban kecelakaan tersebut bisa menggugat Pemerintah Aceh untuk meminta pertanggungjawaban atas kelalaiannya membuatkan marka pembatas yang layak. Pemerintah Aceh telah melakukan perbuatan melawan hukum terkait hal tersebut, yang karenanya mengharuskan Pemerintah Aceh untuk bertanggungjawab mengobati dan mengganti segala kerugian yang dialami korban," katanya.

Tapi kata Taqwaddin, tentu saja dengan melayangkan gugatan ke pengadilan negeri. Jika pengadilan tersebut memutuskan menerima gugatan para korban dan putusan tersebut inkracht, maka wajib bagi Pemerintah Aceh untuk membayar ganti rugi.

"Hemat saya, gugatan ini perlu dilakukan untuk memberi pelajaran bagi pemerintah agar lebih proaktif mencegah terjadinya kecelakaan atau bencana. Jangan seperti ini, sudah terjadi kecelakaan baru dibuatkan marka," kata Taqwaddin.

Rubrik

Komentar

Loading...