Terhalang Material Beton Saluran Proyek KOTAKU, Pedagang Buah Merugi di Pidie

Terhalang Material Beton Saluran Proyek KOTAKU, Pedagang Buah Merugi di Pidie

BERITAKINI.CO, Sigli | Sejumlah pedagang buah di Pusat Pasar Kota Sigli, Kabupaten Pidie harus menanggung rugi karena akses ke areal lapak dagangannya terhalang tumpukan beton saluran dari proyek Kota Tanpa Kumuh alias KOTAKU.

Saiful Bahri, salah satu pedagang buah di lokasi mengaku sudah dua pekan tidak bisa melakukan aktivitas karena terhalang beton-beton drainase yang teronggok tak beraturan tersebut.

"Saya merasa sangat dirugikan akibat tumpukan beton besar itu," kata Teuku Saiful Bahri, Sabtu (1/5/2021).

Biasanya, dalam satu hari, para pedagang buah di lokasi itu bisa meraup omset hingga Rp 3 juta.

Namun sejak terhalang beton itu, para pedagang tidak bisa menggelar dagangan, akibatnya banyak buah-buahan harus dibuang karena sudah membusuk.

"Kami berharap jika tidak digunakan, batu-batu besar itu segera dipindahkan, sehingga bisa berjualan kembali demi memenuhi kebutuhan keluarga," katanya. 

Terpisah Technical Management Consultant (TMC) Pedestrian KOTAKU, Subki mengku sudah mengetahui ada tumpukan beton di jalan dekat terminal Labi-Labi, Pasar Kota Sigli. 

Beton untuk saluran itu rencananya akan diangkut kembali karena tidak bisa pakai untuk saluran di lokasi tersebut dikarenakan ukurannya yang besar. 

"Rencana mau diangkut ke lokasi lain, mungkin salah order atau tidak jeli baca gambar, sehingga kebesaran dan tidak bisa digunakan di lokasi itu," ujar Subki.

Editor
Rubrik

Komentar

Loading...