Terganjal IPK Rendah, Banyak Alumni Akper Yappkes Tak Bisa Ikut Seleksi CPNS Aceh Singkil

Terganjal IPK Rendah, Banyak Alumni Akper Yappkes Tak Bisa Ikut Seleksi CPNS Aceh Singkil
Kepala BKPSDM Aceh Singkil Ali Hasmi

BERITAKINI.CO, Singkil | Banyak alumni akademi keperawatan Yappkes Aceh Singkil yang akhirnya tak memperoleh kesempatan untuk ikut seleksi CPNS 2019 di kabupaten itu.

Hal itu karena mereka terganjal standar Indek Prestasi Kumulatif (IPK) di mana dipersyaratkan para pelamar memiliki IPK minimal 2,75. Sementara banyak para alumni akper tersebut memiliki IPK di bawah 2,75. Irda Yanti, salah satu di antaranya.

Dia mengatakan, alumni perguruan tinggi itu sebelumnya telah menyurati Pemerintah Aceh agar memberi pertimbangan soal IPK tersebut.

Surat itu juga ditandatangani Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). “Namun hingga tutup masa pendaftaran belum ada tanggapan,” katanya, Jumat (29/11/2019).

Sementara Kepala BKPSDM Aceh Singkil Ali Hasmi mengatakan, semangat rekrutmen CPNS Pemerintah Aceh Singkil sudah jelas, yakni merekrut CPNS berkualitas, yang salah satu indikatornya adalah IPK.

"Bukan berarti kita membatasi IPK-nya, karena itu berlaku untuk seluruh pelamar. Karena kita ingin PNS Aceh Singkil ke depan orang-orang yang berkualitas apalagi standart nasional IPK itu 2,75," kata Ali Hasmi.

“Kalau terus kita tetapkan IPK rendah bagaimana Aceh Singkil Ini bisa maju.”

Meski begitu, kata Ali Hasmi, pihaknya memang sempat menyurati pemerintah pusat agar bisa menurunkan IPK khusus di Aceh Singkil. Namun sampai waktu penerimaan dibuka belum ada tanggapan.

“Jadi untuk akper ini sudah dua tahun terakhir kita buka dengan IPK rendah, namun tidak ada peningkatan, karena itu ke depan mahasiswa akper ini perlu lebih giat belajar untuk mencapai IPK lebih tinggi lagi,” katanya.

Bahkan ke depan, kata dia, rekrutmen guru juga akan ditetapkan standar IPK minimal itu 3,0.

“Ini sedang kita bicara wacana ini, bertujuan ke depan agar guru yang PNS benar-benar bisa mendidik anak-anak lebih baik, demi pendidikan Aceh Singkil lebih maju," katanya.

Rubrik

Komentar

Loading...