Terdampak Pandemi, Matahari Store Tutup 13 Gerai

Terdampak Pandemi, Matahari Store Tutup 13 Gerai

BERITAKINI.CO, | PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) atau Matahari Storeakan kembali menutup gerai ritelnya tahun ini. Wabah corona yang tidak kunjung usai membuat penjualan ritel di gerai-gerai tersebut kembang-kempis.

Total 13 gerai akan ditutup, 7 diantaranya telah ditutup pada Oktober 2020, sementara 6 gerai sisanya rencana akhir Desember 2020. Ini menambah panjang daftar gerai yang ditutup anak usaha Lippo Group ini.

Dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), perusahaan melaporkan, keenam gerai besar tersebut ditutup karena tidak menguntungkan. Lokasi keenam toko besar itu berada di Jawa 4 gerai, Bali 1 gerai, dan Sulawesi 1 gerai.

"Dengan begitu, jumlah gerai akan berkurang dari 153 menjadi 147 gerai pada akhir 2020," tulis manajemen LPPF dalam keterbukaan informasi BEI dikutip kumparan, Minggu (29/11).

23 Gerai Dipantau, Matahari Store Minta Keringanan Sewa Lahan

Manajemen juga menyatakan 147 gerai yang masih beroperasi akan terus dipantau kegiatannya. Sebanyak 23 gerai saat ini masuk daftar pantauan untuk peningkatan kinerja.

Perusahaan juga berencana tidak menambah gerai baru pada kuartal IV 2020 dan kuartal I 2021. Selain itu, pihaknya juga tengah melakukan negosiasi pada pemilik lahan sewa.

"Bernegosiasi dengan pemilik lahan untuk mengubah sewa yang lebih rendah," ujar manajemen.

Sebelumnya 7 Gerai Telah Ditutup Karena Perusahaan Merugi

Sebelumnya, pada Oktober lalu, perusahaan juga menutup 7 gerai besarnya. Penutupan gerai dilakukan sebab perseroan mengalami penurunan kinerja keuangan perusahaan dalam sembilan bulan terakhir akibat pandemi COVID-19.

CEO dan Wakil Presiden Direktur Matahari Department Store Terry O'Connor mengatakan, perusahaan membukukan rugi bersih sebesar Rp 617 miliar sepanjang Januari hingga September 2020. Hal ini sejalan dengan pendapatan perusahaan yang juga anjlok 57,5 persen menjadi Rp 3,3 triliun.

Untuk mengurangi dampak pandemi, manajemen menjalankan beberapa strategi di antaranya pengetatan biaya serta upaya negosiasi untuk memperoleh keringanan sewa. Langkah ini berhasil menurunkan beban operasional sebesar 26,2 persen pada kuartal ketiga dan 29,3 persen pada periode Januari sampai dengan September. | kumparanBISNIS

Rubrik

Komentar

Loading...