Terdakwa Pemerkosa Perempuan di Kuburan Cina Aceh Besar Divonis 180 Bulan Penjara

Terdakwa Pemerkosa Perempuan di Kuburan Cina Aceh Besar Divonis 180 Bulan Penjara

BERITAKINI.CO, Jantho | Mahkamah Syar’iyah Jantho memvonis Asrizal (46), terdakwa pemerkosa perempuan di kuburan cina, kawasan Geundering, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, 180 bulan penjara.

Warga Lambaroskep, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh, itu terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan jarimah pemerkosaan seperti yang diatur dalam Pasal 50 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Hukum Jinayah.

Asrizal melancarkan pemerkosaan itu pada 17 September 2021 lalu. Di mana sebelumnya, dia menghubungi korban, sebut saja Bunga (18), via WhatsApp untuk janji bertemu.

Asrizal menjemput Bunga di rumah adiknya dan bergerak menuju ke kawasan kuburan Cina, di Gampong Gendrieng, Mata Ie, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar.

Di sana lah, Asrizal melancarkan nafsu birahinya tersebut. 

Majelis hakim dalam pertimbangan hukumnya menyatakan bahwa semua unsur dalam Pasal 50 Qanun Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Qanun Jinayat telah terpenuhi. 

“Terdakwa dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan jarimah pemerkosaan terhadap anak sebagaimana tuntutan Jaksa Penuntut Umum dalam dakwaan pertama,” kata Hakim Ketua Siti Salwa SHI MH.

Siti Salwa yang juga ketua Mahkamah Syar’iyah Jantho tersebut mengatakan, hukuman yang dijatuhkan juga atas pertimbangan untuk mengurangi potensi terdakwa mengulangi perbuatannya, sebagai upaya untuk memperbaiki perilaku terdakwa dan memberikan perlindungan kepada anak korban dan pembelajaran bagi orang lain untuk tidak melakukan perbuatan yang sama. 

“Sebagaimana Pasal 15 Undang Undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak, yang pada pokoknya setiap anak berhak atas perlindungan dari kejahatan seksual,” kata Siti Salwa. 

Sementara penasihat hukum terdakwa Tarmizi SH menyatakan akan melakukan upaya hukum banding atas putusan tersebut. 

Sementara Jaksa Penuntut Umum dari Kejari Jantho menyatakan sepakat dan sependapat dengan Majelis Hakim. 

Rubrik

Komentar

Loading...