Temuan Kerugian dari Dana Desa di Aceh Tenggara Rp 3,7 Miliar 2020, Baru Dikembalikan Rp 275 Juta

Temuan Kerugian dari Dana Desa di Aceh Tenggara Rp 3,7 Miliar 2020, Baru Dikembalikan Rp 275 Juta

BERITAKINI.CO, Kutacane | Inspektorat Aceh Tenggara mengeluarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas pelaksanaan anggaran sebanay 35 kute/desa.

Dari jumlah itu, auditor menemukan sebanyak 3,7 miliar kerugian negara yang harusnya dikembalikan.

Namun setelah berganti tahun, hanya senilai Rp 275 juta saja yang sudah balik ke kas desa.

“Sisanya, ada 23 desa belum juga mengembalikan kerugian atas penggunaan dana desa pada 2020,” kata Inspektur Aceh Tenggara melalui Sekretaris Inspektorat Zaini Sufri, Selasa (16/2/2021).

Akibatnya, kata Zaini, hingga kini rekening desa-desa tersebut masih diblokir.

“Karena hingga batas waktu ditentukan 23 desa itu belum juga kembalikan temuan kerugian atas pengunaan dana desa tersebut," jelasnya.

Adapun 23 desa yang belum mengembalikan kerugian negara itu tersebut di antaranya Desa Semadam, Babul Rahmah, Lawe Sigala-gala, Lawe Bulan, Lawe Alas, Bukit Tusam, Leuser, dan Bambel dalam Kecamatan Darul Hasanah.

Solusi agar blokir rekening dibuka, kata Zaini, maka pihak desa harus menggelar musyawarah desa yang dihadiri perangkat desa serta dihadiri Badan Permusyawaratan Kute/desa (BPK) untuk menghasilkan sebuah surat perjanjian yang berisi niat untuk pengembalian temuan dana desa itu atau ada sebuah jaminan sesuai jumlah besarnya temuan kerugian dana desa oleh kepala desa.

“Setelah hal itu terpenuhi, maka kami akan sampaikan kepada pimpinan daerah, jika disetujui baru kemudian rekening desa itu dibuka dan tidak lagi diblokir," jelasnya.

Rubrik

Komentar

Loading...