Tempat Hiburan yang ‘Diserbu’ Warga di Aceh Singkil Ternyata Milik Ketua MAA, Sudah Resmi Ditutup

Tempat Hiburan yang ‘Diserbu’ Warga di Aceh Singkil Ternyata Milik Ketua MAA, Sudah Resmi Ditutup
Rapat mediasi di Mapolsek Gunung Meriah

BERITAKINI.CO, Singkil | Warga Desa Si Anjo-anjo, Kecamatan Gunung Meriah menyerbu sebuah tempat hiburan malam di desa itu.

Warga melayangkan protes terhadap aktivitas di tempat hiburan yang dikelola oleh wanita berinisial YL (33) itu.

Belakangan diketahui, bangunan tersebut ternyata milik ketua Majelis Adat Aceh (MAA) Kabupaten Aceh Singkil, Zakaria.

Namun warung itu selama ini disewa oleh YL yang mengoperasikannya sebagai tempat hiburan karaoke.

Kemarin malam, para pengunjung di sana sempat terlibat kegaduhan. Warga yang resah, akhirnya datang “menyerbu” tempat hiburan itu. Polisi lantas datang memediasi perselisihan tersebut.

Para pihak dipanggil untuk melakukan musyawarah di Mapolsek Gunung Meriah, siang tadi, Kamis (7/11/2019).

Hadir di sana, Pj Geuchik Sianjo-anjo M Yahya, ketua BPG Sianjo-anjo dan perangkat desa lainnya, Danpos WH Kecamatan Gunung Meriah, pemilik tempat Zakaria yang juga ketua MAA Aceh Singkil, serta pengelola tempat hiburan tersebut, Yuli.

Pj Geuchik Sianjo-anjo M Yahya mengatakan selama ini dia dan perangkat desa setempat mengetahui tempat hiburan tersebut dikelola seorang bernama Rere yang mengontrak dari Zakaria. Namun belakangan tempat itu tidak aktif lagi.

Ia mengaku baru mengetahui tempat itu kembali aktif dan telah di kelola oleh Yuli, saat terjadi keributan di sana, Rabu malam lalu.

Pihaknya juga mengaku kecewa dengan pengelola tempat hiburan itu karena tak meminta izin untuk menjalankan usahanya di desa itu.

Yuli pengelola kafe itu telah meminta maaf atas kejadian tersebut.

"Memang benar sebelumnya saya tidak pernah melaporkan kepada perangkat desa telah membuka usaha hiburan karaoke, di karenakan saya berpatokan pada statement pemilik tempat yang pernah menyampaikan bahwa segala urusan yang menyangkut dengan perangkat desa telah diselesaikannya," katanya.

Sementara pemilik tempat, Zakaria mengatakan, keputusan pengelolaan tempat itu selama ini telah diserahkan kepada anaknya.

“Oktober 2019 yang lalu telah dikontrakkan kepada Yuli hingga bulan Desember 2019,” katanya.

Baca: Pengunjung Bikin Gaduh, Warga ‘Serbu’ Tempat Hiburan di Aceh Singkil Ini

Setelah rapat berjelan beberapa saat, para pihak akhirnya sepakat untuk menutup tempat hiburan itu mulai hari ini.

Rubrik

Komentar

Loading...