Telat Dapat Informasi Bencana, Raidin Pinim Pastikan Pejabat Bakal ‘Tamat’

Telat Dapat Informasi Bencana, Raidin Pinim Pastikan Pejabat Bakal ‘Tamat’

BERITAKINI.CO, Kutacane | Bupati Aceh Tenggara Raidin Pinim mewanti-wanti pejabatnya, terutama yang terkait dengan penanganan kebencanaan seperti BPBD, Dinas Perkim, dan Dinas PUPR. Mereka diminta untuk lebih sigap, waspada dan bertindak cepat menangani bencana. Jika tidak, maka Raidin tak sungkan memberikan sanksi tegas.

“Apabila ada bencana alam ke depannya, namun saya lebih dulu mendapatkan informasinya, sedangkan pejabat instansi terkait yang seharusnya berkompeten menanganinya tidak tahu apa-apa, saya pastikan ‘tamat’, diberikan sanksi tegas,” kata Raidin dalam apel kesiapan penanggulangan bencana tahun 2020, di Lapangan Jenderal Ahmad Yani, Kuta Cane, Rabu (11/11/2020).

Raidin mengatakan, bencana alam memang tidak pernah diminta, tetapi dia datang karena memang kehendak Allah SWT.

“Dan datangnya bencana alam pun kerap secara spontan atau tiba-tiba. Sebab itu, instansi terkait seperti Dinas PUPR, BPBD, dan Dinas Perkim, harus sigap dan waspada sejak dini sebelum terjadi bencana,” katanya.

Beberapa hal yang dapat dikerjakan sebagai langkah antisipasi, kata Raidin, dengan melakukan normalisasi sungai-sungai yang telah mengalami sedimentasi sehingga terjadi pendangkalan.

“Semua itu harus segera dilakukan sebagai upaya Pemerintah Aceh Tenggara dalam mengurangi resiko bencana alam, baik sebelum dan jika terjadi,” katanya.

“Kepada semua pemangku kebijakan, para camat, terlebih dinas terkait yang berkewajiban dalam penanggulangan dan penanganan bencana alam di Aceh Tenggara, saya minta tetap mengaktifkan handphonenya selama 24 jam setiap harinya.”

Selain itu, bupati Aceh Tenggara juga menghimbau agar masyarakat perlu lebih waspada akan ancaman bencana, terlebih sejak beberapa hari terakhir intensitas hujan tinggi yang mengguyur Aceh Tenggara.

Rubrik

Komentar

Loading...