Tarif Lapak PKA 7 Gila-gilaan, IdeAs: Ini Pemerasan!

Tarif Lapak PKA 7 Gila-gilaan, IdeAs: Ini Pemerasan!

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) 7 tak semata menampilkan atraksi seni,  budaya dan deretan expo. 

Lebih dari itu, even ini juga menjadi kesempatan pedagang kaki lima untuk meraup pendapatan. Sayangnya, harapan ini tak sejalan dengan kenyataan di lapangan.

Para pedagang justru mengeluh dengan tingginya tarif yang diberlakukan untuk sebuah lapak kecil di sana.

Hal ini juga dibenarkan Direktur IdeAS Munzami HS. "Bahkan ada yang Rp 10 juta, itu nyata, hanya untuk sewa tanah beberapa meter," katanya.

"Ini artinya, pedagang harus membayar Rp 1 juta per hari, ini gila-gilaan. Inikan pemerasan."

Baca: Tarif Lapak PKA 7 Dinilai Mencekik, Pedagang Mengeluh

Munzami mengatakan, yang membuat hati lebih miris, PKA 7 sesungguhnya digelar menggunakan puluhan miliar duit rakyat.

Karena itu, even ini sering disebut hajatan rakyat. "Tapi faktanya malah seperti mencekik rakyat," kata dia.

Munzami juga mengatakan tak habis pikir dengan pernyataan Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Amiruddin yang mengatakan dengan pengeluaran even PKA Rp 22 miliar dari APBA, akan kembali lagi sejalan dengan terjadinya transaksi ekonomi.

"Ini dasar berpikirnya darimana?" kata Munzami.

Menurut Munzami, yang berpotensi terjadi nanti adalah sebaliknya. Inflasi akan melambung sejalan dengan menurunnya kemampuan beli masyarakat lantaran terserap saat dibelanjakan di even tersebut.

"Silakan coba ambil sampel, beli beberapa barang di PKA, pasti harganya melambung, dan ini tentu dilakukan pedagang lantaran harga lapak sangat tinggi," katanya.

PKA, kata Munzami, juga berkonsep lokal. Sehingga para pengunjung yang datang tentunya berasal dari kabupaten/kota.

"Karena itu, kemungkinan, daya beli masyarakat akan menurun setelah PKA ini, karena memang kemampuan beli mereka terserap banyak di even tersebut," katanya.

Rubrik

Komentar

Loading...