Tarif Lapak PKA 7 Dinilai Mencekik, Pedagang Mengeluh

Tarif Lapak PKA 7 Dinilai Mencekik, Pedagang Mengeluh

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Sejumlah pedagang mengeluhkan tingginya tarif lapak yang diberlakukan di kawasan perhelatan Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) 7.

Seperti para pedagang yang menyewa di seputaran Jalan Taman Sri Ratu Safiatuddin, Lampriet, Banda Aceh.

Pengakuan seorang pedagang bakso, A Bakar, untuk lapak seukuran 4 x 5 meter, dia harus membayar Rp 4 juta, untuk 10 hari. 

Mahalnya tarif tersebut membuat para pedagang harus berbagi lapak dengan pedagang lain, untuk meringankan biaya sewa.

"Saya mengajak orang agar murah," kata A Bakar saat bincang-bincang dengan BERITAKINI.CO, Senin (6/8/2018).

Abubakar mengaku berat dengan tarif lapak sebesar itu.

Sebab, harga tersebut tidak sebanding dengan penghasilan yang dia terima per hari.

Baca: Musanif: Jangan Selesai PKA 7, Ada yang Menyusul Pak Gubernur ke Jakarta

Apalagi, PKA 7 berbeda dengan PKA yang sudah-sudah. Arena pameran tak lagi terkonsentrasi di kawasan Taman Ratu Safiatuddin, tapi telah tersebar di beberapa titik. 

"Berat, laku saja tidak sampai sekarang," katanya.

Fahmi, pedagang gorden di kawasan itu juga mengeluhkan hal yang sama.

Dia membayar Rp 4,5 juta untuk lapak seukuran 4 x 5 meter. 

Baca: Abdullah Saleh: Kurang Pas, Maskot PKA Terkesan Perpaduan Manusia dengan Binatang

"Dengan kondisi minim pengunjung, harga ini tentu terlalu mahal," katanya.

Cut, pedagang pakaian juga menyampaikan keluhan yang sama. "Maunya jangan segitu harga sewanya, karena kondisi saat ini sudah berbeda dengan yang sudah-sudah, PKA sudah tersebar di beberapa titik," katanya.

Seperti diketahui, PKA 7 akan berlangsung hingga 15 Agustus 2018. Kemarin, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhajir Effendi telah membuka secara resmi hajatan 5 tahunan ini.

Pemerintah Aceh dan kabupaten/kota menggelontorkan dana mencapai Rp 72 miliar untuk suksesi even budaya tersebut.

Komentar

Loading...