Tari Saman Aceh Sita Perhatian Warga New York Amerika Serikat

Tari Saman Aceh Sita Perhatian Warga New York Amerika Serikat
Tarian tradisional asal dataran Gayo, Aceh diundang ke New York/Ist

BERITAKINI.CO | Penampilan kesenian tradisional Aceh asal dataran tinggi Gayo berhasil menyita perhatian publik New York, Amerika Serikat yang hadir di Baltimore Asia Pacific American Heritage Month Celebration, Sabtu (1/6/2019) kemarin.

Penampilan Tari Saman yang dipersembahkan oleh Sanggar Kecapi Leuser di Amerika Serikat ini mampu membuat para hadirin terpesona dengan gerakan salah satu tarian warisan budaya dunia tersebut.

"You are awesome,” kata penonton yang terkesima melihat penampilan anak-anak Aceh menggerakkan anggota tubuh mereka dengan indah secara serentak, seperti dilihat BERITAKINI.CO di postingan instagram @disbudpar_aceh pada Minggu (2/6/2019).

Penampilan Tari Saman oleh Sanggar Kecapi Leuser ini dalam rangka mempromosikan budaya Indonesia pada acara resepsi Presidensi Indonesia di DK PBB, New York sekaligus rangkaian kegiatan peringatan 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Amerika Serikat.

Rombongan penari Saman Gayo dari Aceh ini diundang khusus untuk pertunjukan di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 29 Mei hingga 1 Juni 2019.

Informasi yang dihimpun BERITAKINI.CO, penampilan Tari Saman di DK PBB ini adalah yang pertama kalinya sejak lembaga PBB untuk pendidikan dan kebudayaan (UNESCO) menetapkan Tari Saman sebagai salah satu warisan budaya dunia tak benda pada 24 November 2011 lalu.

Kegiatan yang berlangsung di Baltimore tersebut merupakan kerja sama Direktorat Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta KBRI Washington DC, AS.

Tahun lalu, tarian tradisional tersebut juga telah diajarkan gerakannya kepada peserta dari sejumlah negara Eropa pada kegiatan Festival Indonesiana, yang dibiayai oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Kadis Pariwisata Kabupaten Gayo Lues, Syafruddin mengatakan, ada sempuluh orang yang berangkat terdiri sembilan penari dan satu pendamping.

Saat ini mereka sedang dalam perjalanan kembali ke Aceh .

"Posisi sekarang di Bandara Doha Qatar. Besok pagi mendarat di Bandar Udara Internasional Soekarno–Hatta, Cengkareng," kata Syafruddin.

Sementara semua biaya keberangkatan dan kembali ke Aceh ditanggung oleh panitia penyelenggara acara. (ADV)

Komentar

Loading...