TAPA Diminta Tak Baper Saat Didebat Soal Anggaran 2021

TAPA Diminta Tak Baper Saat Didebat Soal Anggaran 2021
Ketua Fraksi PKB-PDA DPRA Tgk Syarifuddin

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Ketua Fraksi PKB-PDA DPRA Tgk Syarifuddin menyambut baik terjalinnya kembali rencana eksekutif-legislatif melanjutkan pembahasan anggaran 2021.

Terlebih, Kemendagri juga telah meminta kedua belah pihak melakukan pembahasan bersama sehingga APBA 2021 dapat disahkan dalam bentuk qanun.

Namun Syafaruddin mewanti-wanti agar saat berlangsungnya pembahasan bersama nanti, Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA) tidak bersikap cengeng dan baper (bawa perasaan).

"Pengalaman saat pembahasan RAPBA 2020, ketika kami mengusulkan pada TAPA agar menampung program-program usulan dari masyarakat melalui dewan, TAPA menolaknya," kata Syarifuddin, Rabu (4/11/2020). Alhasil, terjadilah perdebatan keras karena mempertahankan dan memperjuangkan argumen dan aspirasinya.

"Terkadang berujung pada emosional," katanya.

Syarifuddin meningatkan, TAPA harus bisa memahami bahwa dinamika tersebut wajar terjadi. Karena memang konstitusi memberikan kewenangan masing-masing bagi eksekutif-legislatif.

"Namanya saja perdebatan dalam rangka mempertahankan argumen masing-masing, apalagi kami DPRA memiliki kewajiban memperjuangkan agar setiap agenda pembangunan yang diusulkan masyarakat, dapat direalisasikan," katanya.

"Sehingga jika terjadi perdebatan itu biasa-biasa saja tidak usah cengeng dan baper."

Namun sayangnya, kata Syarifuddin, TAPA diduga melaporkan dalam konteks sentimen atas perdebatan dan dinamika yang terjadi saat pembahasan anggaran kepada Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah.

"Kami duga ini yang membuat Plt gubernur terbawa emosi dan bertambah pusing akibat laporan TAPA tersebut, membuat semakin buruknya hubungan Nova Iriansyah dengan DPRA," katanya.

Itulah sebabnya, kata Syarifuddin, pada saat pembahasan lanjutan nantinya, tensi politik tersebut harus turun sehingga tercipta harmoni antara DPRA dengan Nova Iriansyah.

"Terlebih lagi setelah Nova Iriansyah dilantik menjadi Gubernur Aceh sisa jabatan 2017-2022."

Rubrik

Komentar

Loading...