Tanpa PNA, Dua Pimpinan DPRK Aceh Singkil Dikukuhkan

Tanpa PNA, Dua Pimpinan DPRK Aceh Singkil Dikukuhkan

BERITAKINI.CO, Singkil | Dua anggota dewan masing-masing, Hasanuddin Aritonang dan Amaliun resmi dikukuhkan sebagai ketua dan wakil ketua DPRK Aceh Singkil periode 2019-2024, Senin (21/10/2019).

Pengukuhan dan pengambilan sumpah janji berlangsung dalam paripurna istimewa DPRK Aceh Singkil dan dipandu Ketua Pengadilan Negeri (PN) Aceh Singkil, Hamzah Sulaiman.

Tampak hadir Bupati-Wakil Bupati Aceh Singkil Dulmusrid-Sazali, unsur forkopimda, dan kepala SKPK, serta tamu undangan lainnya.

Hasanuddin Aritonang sendiri adalah politisi Partai Golkar. Sementara Amaliun merupakan unsur pimpinan dari Partai Nasdem.

Dengan komposisi 25 kursi, DPRK Aceh Singkil sesungguhnya memiliki tiga unsur pimpinan. Satu partai politik lainnya yang berhak mendapat kursi pimpinan adalah Partai Nanggroe Aceh (PNA).

Sebelumnya, dalam paripurna penetapan pimpinan definitif pada 23 September 2019 lalu, nama Safriadi Manik ditetapkan sabagai pimpinan dari PNA. Bersama dua nama lainnya, sekretaris DPRK Aceh Singkil mengirimkan nama-nama tersebut ke Pemerintah Aceh untuk di-SK-kan.

Namun belakangan, PNA mengalami konflik internal yang menimbulkan dualisme kepengurusan yang berujung ke pengadilan.

Bupati Aceh Dulmusrid dalam pidatonya usai pelantikan berharap pimpinan dewan yang baru dapat menjadi mediator kerjasama berbasis kemitraan antara legislatif dan eksekutif.

"Dengan kemitraan ini, kita berharap untuk bersama-sama membawa Aceh Singkil dan masyarakat pada kemajuan dan kesejahteraan serta perubahan," kata Dulmusrid.

Dengan telah dilantikan pimpinan defenitif, kata Dulmursid, pihaknya berharap fungsi-fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan dapat segera berjalan secara efektif.

Usai prosesi pelantikan, Wakil ketua DPRK Aceh Singkil Amaliun mengatakan pihaknya hari ini langsung mengadakan rapat pembentukan Alat Kelengkapan Dewan.

Rubrik

Komentar

Loading...