Tak Terima Diberhentikan, Dua Geuchik Gugat Bupati Nagan Raya ke PTUN

Tak Terima Diberhentikan, Dua Geuchik Gugat Bupati Nagan Raya ke PTUN
Keuchik Assa`at saat melaporkan pemotongan dana desa ke Polda Aceh sebelum dirinya dipecat beberapa waktu lalu

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Tak terima diberhentikan dari jabatannya, dua geuchik menggugat Bupati Nagan Raya HT Zulkarnain ke Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTUN). Keduanya adalah Geuchik Gampong Paya Undan, Assa’at dan Keuchik Gampong Kuta, Sayeh Muhammad Abbas. Keduanya berasal dari Kecamatan Seunagan. 

Kuasa hukum kedua gechik tersebut, Miswar bersama Erisman dan Askalani dari Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) mengatakan, pemberhentian Assa`at diduga karena telah melaporkan Bupati Nagan Raya ke Polda Aceh terkait pemotongan dana desa sebesar Rp 10 juta beberapa waktu lau.

Imbasnya, dua hari kemudian, Assa`at menerima surat pemberhentian dari bupati.

“Sementara pemberhentian Muhammad Abbas karena disebut adanya temuan dari Inspektorat terkait dengan dana desa tahun 2016. Sedangkan Muhammad Abbas membantah atas dugaan tersebut, dan mengaku tidak pernah menerima salinan temuan dari Inspektorat setempat,” kata Miswar.

Karena itu, pihaknya menilai Bupati Nagan Raya  HT Zulkarnain telah melakukan kesalahan dan melanggar undang-undang terkait dengan pemberhentikan kepala desa, seperti yang diatur dalam Undang-Undang  (UU) Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.

“Kedua keuchik ini memberi kuasa hukum kepada YARA untuk melakukan langkah hukum atau menggugat bupati setempat ke PTUN,” katanya.

Karena, pihaknya menilai, pemberhentian kepala desa di Nagan Raya ini sangat erat berkaitan dengan pelaksanaan Pilkada 2017 ini. Sebab, salah satu dari keluarga bupati yang menjabat sekarang ini ikut mencalonkan diri sebagai calon bupati di daerah tersebut.

Miswar mengatakan, keputsan bupati memecat dua kepala desa tersebut bertentangan dengan peraturan perundang-undangan serta azas umum pelanggaran negara. Pihaknya menyimpulkan, bahwa surat keputusan tersebut cacat hukum dan dinyatakan tidak sah.

“Dan atas dasar tersebut, gugatan ini dilakukan untuk mengembalikan marwah terhadap saudara Assa’at dan Muhammad Abbas. Gugatan kami ke PTUN Kota Banda Aceh, yang diterima oleh Wakil Panitera Teuku Maimun dengan Nomor Gugatan 02/G/2017/PTUN.BNA dan 03/G/2017/PTUN.BNA,” katanya.(*)

Komentar

Loading...