Tak Selesaikan Proyek Puskesmas Pulo Nasi, Kadiskes Aceh Besar Didesak Blacklist PT Mirtada Sejahtera

Tak Selesaikan Proyek Puskesmas Pulo Nasi, Kadiskes Aceh Besar Didesak Blacklist PT Mirtada Sejahtera

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Lembaga Pemantau Lelang Aceh (LPLA) mendesak kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Aceh Besar selaku Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran (PA/KPA) proyek Puskesmas Pulo Nasi tahun anggaran 2020 yang gagal dikerjakan sampai tahun anggaran berakhir, menetapkan penyedia atau kontraktor pelaksana dalam daftar hitam atau blacklist.

Proyek Pembangunan Puskesmas Pulo Nasi tersebut dimenangkan PT Mirtada Sejahtera dengan nilai kontrak Rp 3,84 miliar dari pagu Rp 4,1 miliar.

“Dari informasi yang kami dapatkan dari berbagai sumber di mana paket pekerjaan pembangunan Puskesmas Pulo Nasi tersebut telah dilakukan pemutusan kontrak,” kata Koordinator LPLA Nasruddin Bahar, Rabu (31/3/2021).

Berdasarkan Perka LKPP Nomor 17 Tahun 2018 Tentang Sanksi Daftar Hitam dalam Pengadaan Barang/jasa Pemerintah, sanksi daftar hitam diberikan kepada penyedia di antaranya yang tidak melaksanakan kontrak, tidak menyelesaikan pekerjaan,  atau dilakukan pemutusan kontrak secara sepihak oleh PPK/PA/KPA disebabkan oleh kesalahan penyedia barang dan jasa.

“Jika PA/KPA tidak melakukan amanah Perka LKPP Nomor 17/2018 ini maka pejabatnya bisa dikatagorikan telah melakukan perbuatan melawan hukum yang sanksinya wajib diterima oleh pejabat tersebut sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku,” katanya.

Seperti diketahui, sanksi adalah sanksi yang diberikan kepada peserta pemilihan/penyedia berupa larangan mengikuti pengadaan barang/jasa di seluruh Kementerian/Lembaga/Perangkat Daerah dalam jangka waktu tertentu.

“Blacklist ini dapat menjadikan efek jera kepada pengusaha yang suka merentalkan perusahaan dengan mengharapkan fee dari pihak lain dan ini lumrah dilakukan meskipun secara aturan tidak dibenarkan menyewa perusahaan kecuali ada aturan khusus yang mesti dilaksanakan misalnya melakukan join operasional atau sub kontrak sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” katanya.

Seperti diketahui, jaksa juga sedang melakukan penyelidikan terkait kasus proyek Puskesmas Pulo Nasi yang tak rampung dikerjakan tersebut.

Sejumlah pejabat Dinas Kesehatan Aceh Besar bahkan sudah diperiksa.

Lihat: Dugaan Proyek Puskesmas Bermasalah di Pulo Aceh, Jaksa Periksa Kadis dan Tiga Pejabat Dinkes Aceh Besar

Mereka antara lain, Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Aceh Besar, Anita; Kabid SDK Dinkes Aceh Besar yang juga Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Edi Purwanto; Kabid P2P Dinkes Aceh Besar yang juga Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Proyek Puskesmas Pulo Aceh, Edwar; dan Kasi Sarana Prasarana Dinkes Aceh Besar, Syahril.

Rubrik

Komentar

Loading...