Tak Sampai Ratusan Miliar, Menormalkan Distribusi Air Bersih di Kota Banda Aceh Bisa Selesai dengan Rp 28 Miliar

Tak Sampai Ratusan Miliar, Menormalkan Distribusi Air Bersih di Kota Banda Aceh Bisa Selesai dengan Rp 28 Miliar
Sujumlah mahasiswa yang mengatasnamakan diri Aliansi Mahasiswa Pengawal Janji Politik (MPJP), melakukan aksi demo di Balai Kota Banda Aceh, Jumat (26/10/2018).

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Wakil Ketua DPRA Irwan Djohan mengungkapkan untuk menormalkan distribusi air bersih di Kota Banda Aceh hanya membutuhkan anggaran senilai Rp 28 miliar.

Dua hal yang dibutuhkan untuk itu adalah pembangunan reservior (penampungan) dengan kapasitas besar dan booster (pendorong) tekanan air.

Irwan mengatakan, kebutuhan anggaran untuk melancarkan distribusi air itu terungkap dalam workshop yang dihadirinya beberapa waktu lalu.

Baca: Mahasiswa Pengawal Janji Politik Demo ke Kantor Wali Kota Banda Aceh

Saat itu, kata Irwan, salah seorang peserta yang mewakili direksi PDAM Tirta Daroy mengatakan bahwa anggaran yang dibutuhkan untuk mengatasi persoalan air bersih di Kota Banda Aceh senilai Rp 28 miliar.

Di sisi lain, Wali Kota Banda Aceh Aminullah sempat mengatakan bahwa Pemerintah Kota Banda Aceh tengah mencari investor untuk mengatasi persoalan air bersih yang tak kunjung bisa diatasi itu.

Menurut Aminullah, investor dibutuhkan karena mengatasi persoalan air bersih membutuhkan biaya besar.

"Kalau sekarang disuruh selesaikan itu tidak mungkin, kita dari visi dan misi mulai (kita) selesaikan tahun 2019. Tahun 2018 kita mencari investor karena itu biayanya sangat besar, bukan membalikkan telapak tangan. Untuk menyelesaikan air bersih di Kota Banda Aceh itu ratusan miliar harus ada uang," kata Aminullah kepada wartawan di Banda Aceh, Senin (29/10/2018).

Irwan mengatakan, dari Rp 28 miliar yang dibutuhkan untuk pembangunan reservior dan pengadaan booster, sebagian sesungguhnya akan diakomodir dalam APBA 2019. Saat ini, kata Irwan, dia telah mengusulkan Rp 13 miliar dalam APBA 2019 untuk pembangunan reservior di Taman Sari, Banda Aceh itu.

“Persoalan air bersih di Banda Aceh ini memang menjadi konsen saya karena saya juga mewakil Kota Banda Aceh di DPRA,” kata Irwan Djohan saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin.

Karena itu, kata Irwan, sejak 2015, dia rutin memanfaatkan fungsi budgetingnya untuk selalu mengalokasikan dana miliaran rupiah bagi PDAM Tirta Daroy.

“Walaupun menurut Dinas Perkim Kota Banda Aceh Rp 13 miliar (pada 2019) masih kurang karena mereka membutuhkan reservior yang lebih besar, tapi jika sudah terbangun, Insya Allah, sebagian wilayah Kota Banda Ace sudah teratasi,” katanya.

Namun jika Pemerintah Kota Banda Aceh mengalokasikan sekitar Rp 15 miliar, ditambah dana yang sudah dialokasikan Rp 13 miliar dari APBA 2019, kata Irwan, persoalan air bersih bisa selesai.

Seperti diketahui, pelanggan PDAM Tirta Daroy masih terus mengeluh tentang distribusi air yang kerap tak lancar mengalir ke rumah mereka. Tapi hingga saat ini, Pemerintah Kota Banda Aceh tak kunjung bisa menjawab keluhan para pelanggan tersebut.

Rubrik

Komentar

Loading...